RADAR SITUBONDO – Bupati Situbondo, Drs H Karna Karna Suswandi memberikan dua kado spesial di Hari Jadi Kabupaten Situbondo (Harjakasi) ke-205 tahun.
Yakni, dibukanya operasional jasa angkutan laut Pelabuhan Jangkar – Lembar, NTB serta pemberian hibah tanah dan rumah relokasi untuk korban banjir di sejumlah titik.
Operasional jasa angkutan laut Pelabuhan Jangkar - Lembar hari ini resmi dibuka. Aktivitas ini ke depan diharapkan akan mampu menggerakkan roda perekonomian sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar maupun Situbondo secara umum.
Data yang dihimpun koran ini, ada dua kapal yang digunakan untuk mengangkut penumpang dan barang dari Pelabuhan Jangkar menuju Pelabuhan Lembar, Nusa Tenggara Barat (NTB). Yakni kapal KMP Jatra dan kapal Jambo X.
Bupati Situbondo, Drs. Karna Suswandi optimistis, pembukaan jalur angkutan laut dari Pelabuhan Jangkar menuju Pelabuhan Lembar akan membuat Kecamatan Jangkar menjadi pelabuhan yang ramai.
“Ketika pelabuhan ramai, maka yang diuntungkan adalah masyarakat. Secara khusus masyarakat Jangkar dan secara umum ya masyarakat Situbondo," ujarnya, Senin (14/8).
Dengan ramainya aktivitas di Pelabuhan Jangkar, maka perputaran ekonomi di tempat tersebut secara perlahan akan tumbuh. Sebab, akan banyak transaksi muncul. Seperti usaha makanan untuk penumpang kapal, jasa penginapan dan jasa transportasi darat.
"Orang yang hadir di situ (Pelabuhan Jangkar) bisa belanja, bisa menginap. Sehingga, perputaran uang di Jangkar semakin banyak," ungkap pria yang akrab disapa Bung Karna itu.
Bung Karna menyatakan, dampak positif lain yang akan tumbuh adalah terbukanya lapangan pekerjaan. Sebab, akan muncul usaha baru yang tumbuh di sekitar Pelabuhan Jangkar.
“Misalnya seperti jasa ojek atau taksi yang siap mengangkut penumpang kapal ke berbagai wilayah di Kabupaten Situbondo maupun ke luar Situbondo, seperti Bondowoso atau pun Jember,” tuturnya.
Bung Karna berharap, masyarakat dapat menangkap dan memanfaatkan peluang-peluang tersebut ketika angkutan kapal Jangkar – Lembar mulai beroperasi.
“Mulai hari ini harus sudah dipersiapkan. Saya berharap, masyarakat Jangkar sudah siap menyambut ini. Karena bagaimanapun juga ini memberikan efek sangat luar biasa,” harapnya.
Bung Karna menerangkan, masyarakat akan banyak memanfaatkan akses rute angkutan laut dari Pelabuhan Jangkar menuju Pelabuhan Lembar. Sebab, mampu menghemat waktu hingga empat jam dibandingkan harus melintas melalui Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.
“Itu artinya jika untuk kendaraan-kendaraan angkutan, maka menghemat biaya solar sehingga juga bisa menekan angka inflasi,” tandasnya. (wan/pri)
Editor : Ali Sodiqin