RADAR SITUBONDO – Setidaknya ada tiga gawe yang dilakukan Dewan Kesenian Situbondo (DKS) selama tahun 2023.
Mulai dari lomba band pelajar, penerbitan Buku ‘Situbondo Dalam Jalur Perdagangan Maritim Abad XIV – XX’ hingga lomba film pendek.
Sekretaris DKS, Jeffry Gunawan menjelaskan, pelaksanaan lomba film pendek mendapat sambutan antusias dari masyarakat.
Kegiatan yang mengikutsertakan kalangan pelajar SMP/MTs, SMA/MA hingga kalangan umum sebagai peserta ini setidaknya diikuti hampir 50 tim. “Jadi, persaingannya sangat ketat,” terangnya, Senin (13/8).
Dia bersyukur karena lomba film pendek mendapatkan apresiasi besar dari masyarakat. Sehingga, Jeffry yakin dalam penggarapannya nanti, peserta tidak akan melakukannya dengan asal-asalan.
“Karena semua ingin menjadi juara yang saya yakin ini sebuah prestise dan bergengsi,” terang bapak tiga anak tersebut.
Lomba Film Pendek 2023, kata Jeffry, mengambil tema ‘Ayo Berkesenian’. Pemilihan tema tersebut diharapkan secara langsung atau tidak langsung akan menggugah masyarakat di Kota Santri atau di mana saja untuk terus bergerak berkarya dalam kesenian.
“Semua karya nanti akan kita share di media sosial. Mudah-mudahan pesannya bisa sampai dengan baik kepada masyarakat,” imbuh Jeffry.
Untuk penerbitan Buku ‘Situbondo Dalam Jalur Perdagangan Maritim Abad XIV – XX’, saat ini sudah proses editing. Sehingga, dalam waktu dekat sudah bisa naik ke percetakan. “Bulan depan mudah-mudahan sudah bisa beredar,” jelas Jeffry.
Menurut guru SMAN 2 Situbondo tersebut, generasi saat ini bisa jadi tidak banyak yang tahu jika Kabupaten Situbondo menjadi tempat yang sangat strategis di masa silam. Keadaan tersebut diungkap dalam buku ‘Situbondo Dalam Jalur Perdagangan Maritim Abad XIV – XX’.
“Ini salah satu cara kita bagaimana menjaga pengetahuan ini agar bisa terus terselamatkan dari generasi ke generasi. Mungkin di masa sekarang buku ini tidak ada apa-apanya. Tapi di masa mendatang, sepuluh dua puluh hingga lima puluh tahun mendatang, ini akan menjadi barang yang sangat berharga,” pungkas Jeffry. (wan/pri)
Editor : Ali Sodiqin