RADAR SITUBONDO – Bupati Situbondo Drs Karna Suswandi dan rombongan pejabat Pemkab Situbondo melakukan ziarah makam ke tokoh-tokoh yang dinilai berjasa terhadap Kabupaten Situbondo, Senin (14/8).
Di antaranya adalah makam Pahlawan Nasional KHR As’ad Syamsul Arifin di Sukorejo, serta Bupati-Bupati Situbondo terdahulu.
Bupati didampingi Wabup Nyai. Hj. Khoirani, Jajaran Forkopimda serta sejumlah kepala OPD. Turut hadir Ketua TP-PKK Situbondo, Hj. Juma'ati Karna Suswandi, Sekerataris Daerah (Sekda) Wawan Setiawan, dan jajaran camat serta kades.
Bung Karna mengawali kunjungannya dengan mendatangi Makam Pahlawan Nasional, KHR. As'ad Syamsul Arifin di Ponpes Salafiyah Safi'iyah Sukorejo.
Setelah itu langsung menuju Makam Bupati Pertama Situbondo, Raden Aryo Prawiro Adiningrat 1 sekaligus pembabat tanah besuki, Ki Pateh Alos di Desa Bloro, Kecamatan Besuki.
Tak hanya itu, Bung Karna dan rombongannya langsung melangkahkan kaki ke makam Kiai Pateh Saleh di Kelurahan Patokan.
Habis itu, menuju Makam Mantan Bupati Situbondo, yaitu Dadang Wigiarto dan Bupati Diaman serta H. Suroso.
"Acara ini dalam rangka peringatan Harjakasi ke-205, sekaligus mengingatkan kita semua untuk tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa ini dalam merebut hingga mempertahankan kemerdekaan. Sekaligus mengenang sejarah para tokoh pendiri Kabupaten Situbondo yang kita cintai ini," ungkap Bupati Karna Suswandi.
Dia juga berpesan untuk selalu mengingat sejarah para pendahulunya. Sebab, semua pemimpin yang sudah almarhum itu memiliki kontribusi kepada Kota Situbondo pada zamananya masing-masing.
"Saya mengajak kepada seluruh yang hadir ini jangan sampai melupakan sejarah. Jangan sampai melupakan jasa-jasa para pendahulu kita," tegasnya kepada seluruh rombongan yang hadir.
Berkat jasa-jasa para pendahulu lah, kata Bung Karna, masyarakat Situbondo bisa hidup dengan baik. Sehingga, masyarakat Situbondo perlu selalu mengenang dan mendoakannya.
"Diakui atau tidak, pembangunan yang dilakukan pemerintahan sekarang merupakan jasa- jasa dari pahlawan nasional dan almarhum bupati-bupati sebelumnya,” tutup Bung Karna sambil membaca surat Fatihah sebagai hadiah terhadap pemimpin-pemimpin yang telah mendahuluinya. (hum/pri)
Editor : Ali Sodiqin