RADAR SITUBONDO – Imron, warga Dusun Langai, Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, mati mendadak Kamis lalu (10/8).
Mirisnya, pria 39 tahun itu, ditemukan tak bernyawa dalam keadaan telanjang di sumber mata air dekat rumahnya.
Almarhum Imron, sebenarnya tidak sakit. Sekitar pukul 13.30 dia hanya pamitan mandi dan ingin mengambil air ke sumber mata air dengan jarak sekitar 500 meter dari rumahnya.
Hingga pukul 16.00 dia tak kunjung kembali hingga keluarganya mencari Imron.
“itu (Imron) hanya pamit mau mandi dan mengambil air di sumber. Tapi tidak seperti biasanya, almarhum Imron tidak kunjung pulang hingga dicari oleh keluarganya,” ungkap koordinator BPBD Situbondo, Puriyono, Jumat (11/8).
Kata dia, orang yang mencarinya adalah Ayu, 29, yang tidak lain keponakan almarhum Imron. Begitu tiba di sumber tersebut ayu terkejut. Bagaimana tidak, Imron sudah ditemukan meninggal dengan posisi tengkurap dan tidak memakai baju.
“Pakaian korban berada di atas batu paras, lalu Ayu berteriak minta tolong dan memberi tahu ke pihak keluarga yang lain. Saat diangkat, Imron sudah tidak bernyawa, habis itu langsung dievakuasi ke rumahnya,” jelas Puriyono.
Kata Puriyono, pihak keluarga sudah menerima kenyataan tersebut. Terbukti, saat anggota Polsek setempat menawarkan untuk diotopsi pihak keluarga langsung menolak.
Apalagi keluarga Imron sudah mengetahui jika Imron memiliki riwayat penyakit epilepsi.
“Menurut keterangan dari kakak kandung korban bernama Jumaati, Imron mempunyai riwayat penyakit epilepsi dan sering kambuh. Mungkin saat mandi penyakitnya kambuh hingga meninggal,” tegas Puriyono.
Pihak keluarga yang sudah menandatangani surat pernyataan tidak mempersoalkan kematian Imron langsung mengagendakan pemakaman dengan cepat. Imron diistirahatkan di tempat pemakaman umum (TPU) yang tak jauh dari rumahnya.
“Setelah pihak keluarga Imron baik yang dekat dan yang jauh berkumpul, almarhum langsung dimakamkan malam hari,” tutup Puriyono. (hum/pri)
Editor : Ali Sodiqin