RADAR SITUBONDO - Kedatangan Bakal Calon Presiden (Bacapres) Anies Baswedan ke Pasar Tradisional Panji, Situbondo, Selasa (8/8) disambut keluhan sejumlah pedagang.
Sebab, ada sejumlah dagangan milik para pedagang yang terkena injak-injak oleh rombongan bacapres yang diusung Partai Nasional Demokrat (Nasdem) itu.
Pantauan Jawa Pos Radar Situbondo, begitu Anies datang memang banyak orang yang menyambutnya. Apalagi sudah ada pemberitahuan sebelumnya jika Anies Baswedan akan datang untuk berbelanja di sejumlah pasar tradisional di Kota Santri. Salah satunya di Pasar Panji.
Begitu Anies masuk ke pasar tradisional, dia menyasar sejumlah pedagang dan menikmati makanan lopes yang ada di dalam pasar. Sedangkan di pintu masuk pasar dari sisi utara banyak pedagang pisau yang meletakkan dagangannya di tanah.
“Tidak dibeli, dagangan saya cumin (kena) diinjak-injak. Tidak ada yang beli sejak pagi sampai orang itu (Anies) pulang,” ungkap salah satu pedagang pisau di Pasar Panji, Munawardi.
Sementara itu, kepada sejumlah wartawan Anies Baswedan mengatakan, dirinya sengaja datang ke Pasar Panji untuk menemani istrinya berbelanja. Sehingga cukup banyak jajanan yang diperoleh dari pasar tersebut sebagai bekal perjalanan.
“Selain beli-beli saya juga ngopi dengan para pedagang, ngobrol juga dengan pembeli,” ungkap Anies.
Dikatakan, setelah dirinya berkeliling di pasar dia menyampaikan jika pasar merupakan urat nadi kehidupan bagi masyarakat. Sehingga, sangat perlu adanya perawatan terhadap pasar-pasar khususnya di Situbondo.
“Saya harap kualitas pasar tradisional itu harus dijaga, ditingkatkan dan dirawat. Setidaknya pembeli dan pedagang merasa nyaman,” ujar Anies.
Anies juga memberikan pesan kepada pedagang untuk menjaga kondisi pasar agar lebih baik. Pengelola juga diimbau untuk selalu mendengarkan usulan dan masukan dari para pedagang hingga tercipta pasar yang indah.
“Pasar di sini cukup baik, ukurannya saat saya datang aroma pasarnya ya cukup segar. Kalau ada aroma yang sedikit tidak sedap, itu manajemennya yang bermasalah,” kata Anies sambil berjalan. (hum/pri)
Editor : Ali Sodiqin