RADAR SITUBONDO – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertangan) Kabupaten Situbondo berupaya untuk meningkatkan produksi cabai.
Hal ini dilakukan dengan menggelar sekolah lapang yang diikuti oleh petani cabai di wilayah Kecamatan Arjasa dan Jangkar.
Data yang diterima Jawa Pos Radar Situbondo, setidaknya ada puluhan petani mengikuti kegiatan yang dilaksanakan Dispertangan selama tiga hari tersebut. Yakni, sejak tanggal 07 hingga 10 Agustus 2023.
Kegiatan yang diselenggarkan di rumah Wakil Ketua DPRD Situbondo, Abdurrahman, SH, MH itu merupakan pokir dewan yang bekerjasama dengan Dispertangan.
Kepala Dispertangan Situbondo, Haryadi Tejo Laksono melalui Kepala Bidang Penyuluhan Pertanian, Mohammad Zaini mengatakan, sekolah lapang yang digagas Dispertangan itu untuk mendekatkan diri kepada para petani cabai. Ini dilakukan untuk mengetahui kendala petani saat menanam cabai.
“Aspirasi-aspirasi petani cabai ini langsung kami tindaklanjuti secepat mungkin. Sehingga, kendala yang dihadapi mereka bisa segera diatasi. Untuk proses tanam cabai berikutnya tidak lagi kesulitan,” ujarnya, Rabu (8/8).
Pria yang akrab disapa Zaini itu mencontohkan, keluhan petani mengenai pupuk. Maka Dispertangan menyediakan solusi lain, dengan memanfaatkan pupuk organik untuk tanaman cabai.
“Kami menyampaiakan tentang pengaplikasian pupuk yang efektif untuk tanaman cabai. Misalnya manfaat pupuk organik yang harus bisa dimaksimalkan penggunaannya oleh petani. Sehingga hasilnya akan lebih maksimal juga,” jelasnya.
Lebih lanjut, Zaini menyebutkan, pemanfaatan mikroba untuk pengendalian hama penyakit tanaman (HPT) perlu diketahui oleh petani. Yakni dengan memanfaatkan potensi yang ada di lingkungan masyarakat.
“Seperti inovasi Jakaba (jamur keberuntungan abadi) dan biosaka yang harus bisa diketahui dan dipahami oleh petani cabai. Dengan memanfaatkan hal tersebut, maka ini akan mampu untuk peningkatan produktivitas cabai rawit di Kabupaten Situbondo,” ungkapnya.
Zaini menambahkan, meningkatnya produktivitas cabai di Situbondo, ini juga akan berpengaruh terhadap kesejahteraan para petani. Harapannya para petani mampu mengelola tanaman cabai secara maksimal.
“Kami berharap kapasitas petani dalam budidaya tanaman cabai di Kabupaten Situbondo, khususnya petani cabai rawit di Kecamatan Jangkar dan Kecamatan Arjasa unggul. Sehingga, mampu memproduksi cabai dengan jumlah yang besar,” tandasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Situbondo, Abdurrahman mengatakan, program sekolah lapang dinilai sangat penting untuk para petani cabai. Agar petani lebih bisa memahami lagi pengelolaan tanam cabai yang lebih baik.
“Bagaimana budidaya cabai yang baik, lalu dapat mengatasi masalah-masalah di lapangan. Seperti hama maupun penyakit yang dapat menyerang cabai,” ucapnya.
Dijelaskan, petani cabai di Situbondo cukup banyak. Tak terkecuali di Kecamatan Jangkar dan Arjasa.
“Atas dasar itulah, saya menyelenggarakan pelatihan ini bersama Dinas Pertanian. Terutama menyangkut pupuk yang dibutuhkan petani dinilai sulit. Maka kami minta agar Dinas Pertanian memberikan pupuk alternatif ini juga sangat dibutuhkan oleh petani. Sehingga petani tidak lagi ada ketergantungan kepada pupuk kimia,” pungkasnya. (wan/pri)
Editor : Ali Sodiqin