Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Tiga Bulan Terjadi 137 Kecelakaan di Situbondo, Laka Tertinggi di Bulan Juli, Total Korban Jiwa Capai 30 Orang

Humaidi. • Jumat, 4 Agustus 2023 | 19:30 WIB
HANCUR: Salah satu kendaraan roda empat yang terlibat kecelakaan terparkir di depan kantor Lakalantas Polres Situbondo, Kamis (3/8).
HANCUR: Salah satu kendaraan roda empat yang terlibat kecelakaan terparkir di depan kantor Lakalantas Polres Situbondo, Kamis (3/8).

RADAR SITUBONDO – Kecelakaan lalulintas (lakalantas) di Jalur Pantura Situbondo kerap terjadi. Dalam tiga bulan, ada 30 korban meninggal dunia dari total 137 laka lantas. Data ini disampaikan Kanitlaka Polres Situbondo, Ipda Kadek Yasa, Kamis (3/8).

Kasatlantas mengatakan, laka yang sudah tercatat pada tiga bulan terakhir sebanyak 137 peristiwa. Rinciannya, 48 kecelakaan di bulan Mei, 33 kecelakaan bulan Juni, sedangkan di bulan Juli sebanyak 53 kecelakaan.

“Total korban yang meninggal dalam tiga bulan ada 30 orang.  Yang mengalami luka ringan kurang lebih 120 orang,” tegas Kadek.

Dari ratusan kecelakaan tersebut, yang sudah dilimpahkan menjadi tersangka masih satu orang. Lainnya masih dalam proses penyelidikan pengumpulan saksi-saksi.

Sebagian juga ada yang sudah diberhentikan kasus penyelidikannya karena yang menjadi tersangka meninggal dunia.

“Contoh kecalakaan Moge di Baluran dua bulan yang lalu, yang jadi tersangka adalah pengemudi mogenya sendiri, yang kedua laka lantas yang menyebabkan meninggal dunia di depan Roxy Situbondo, pengendara motor yang tewas akibat mendahului pengemudi juga sudah diberhentikan karena yang jadi tersangka adalah yang meninggal,” tegasnya.

Kata Kadek, tabrak lari yang terjadi dalam tiga bulan itu juga cukup banyak. “Tabrak lari yang terjadi di jalur Pantura Situbondo dalam kurun waktu tiga bulan sekitar lima kasus. Yang terungkap ada dua. Satu yang menyebabkan ibu rumah tangga meninggal, dan satu lagi  hanya lecet. Yang lain tidak ada yang sampai meninggal hanya luka ringan saja,” ucap Kadek.

Kata dia, kecelakaan diakibatakn oleh pengemudinya sendiri yang kurang berhati-hati saat mengemudi.

Ada yang kurang memperhatikan jarak kendaraan, ada juga yang tidak memperhatikan kelayakan kendaraannya hingga terjadi kecelakaan yang menyebakan orang lain terluka.

“Yang menyebabkan kecelakaan ada yang karena tidak paham medan, ada yang kurang berhati-hati ada juga yang kelebihan muatan hingga kendaraannya oleng. Kalau sering terjadi kecelakaan siap yang mau disalahkan, semuanya kan karena tidak disengaja,” tegas Kadek.

Kadek mengaku, untuk mengentasipasi terjadinya lakalantas, pihaknya sudah melakukan beberapa kegiatan seperti sosialisasi  termasuk melakukan pemasangan baliho imbauan di sepanjang Jalur Pantura Situbondo.

“Kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menekan terjadinya lakalantas. Dari penjagaan penyeberangan anak sekolah hingga siap siaga turun ke lapangan saat terjadi kemacetan,” katanya.

Dari banyaknya laka lantas yang terjadi, dia mengimbau agar pengguna jalan lebih  berhati-hati saat berkendara. Sebab keselamatan adalah yang utama.

“Kami imbau jika pengemudi mengantuk, segera menepi, jika memang jalan padat pengemudi lebih baik tidak mendahului agar aman dari kecelakaan,” tutup Kadek. (hum/pri)

Editor : Ali Sodiqin
#kecelakaan #Jalur Pantura #korban meninggal #Lakalantas #polres situbondo