RADAR SITUBONDO – Polres Situbondo memerintahkan Polisi RW untuk melakukan penyelidikan ke lapangan terkait permasalahan kelangkaan elpiji tabung melon yang dialami masyarakat.
Dengan langkah ini diharapkan polisi akan mendapatkan data yang akurat.
Kasatreskrim Polres Situbondo AKP Momon Suwito Pratomo mengatakan, polisi RW masih bergerak melakukan pengecekan dari hulu hingga hilir mengenai kelangkaan elpiji tabung melon.
“Kita pastikan dulu agen atau pangkalan, bagaimana penyalurannya sudah sesuai atau belum, apakah ada kendala atau keterlambatan?,” ungkap AKP Momon, kepada Jawa Pos Radar Situbondo, Selasa (1/7) melalui sambungan ponsel.
Kata dia pengecekan dimulai dengan peninjauan elpiji tabung melon ke pangkalan-pangkalan di sejumlah tempat di Situbondo.
"Jumat lalu (28/7) kami sudah cek pangkalan SPBE. Hasilnya masih normal, harga juga tidak naik, sesuai dengan HET (harga eceran tertinggi)," tegas Momon.
Dikatakan, dari hasil survei elpiji tabung melon di pangkalan SPBE Panji, sudah diterapkan sistem pembelian satu KTP satu tabung dalam satu hari.
"Untuk di pangkalan sudah diterapkan penggunaan KTP. Entah eceran di toko-toko biasa bagaimana?," ujar Momon.
Dia menegaskan, pihaknya juga mendapat keluhan adanya pelaku usaha yang ikut menggunakan tabung melon bersubsidi. Keluhan tersebut masih dalam proses penyelidikan.
“Kami masih melakukan penyelidikan, apabila ada pelaku usaha rumah makan besar atau hotel yang terbukti menggunakan tabung melon, pasti akan kami lakukan penindakan sesuai peraturan,” tegas Momon. (hum/pri)
Editor : Ali Sodiqin