Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Persediaan Gas Melon di Pangkalan Cepat Habis, Masyarakat Ekonomi Mampu Diminta Tak Gas Elpiji Bersubsidi

Iwan Feriyanto • Sabtu, 29 Juli 2023 | 00:00 WIB
Warga Situbondo antre di pangkalan SPBU Kesambirampak, Kecamatan Kapongan, Kamis (27/7). Kelangkaan gas melon sudah dirasakan warga hampir dua minggu ini.
Warga Situbondo antre di pangkalan SPBU Kesambirampak, Kecamatan Kapongan, Kamis (27/7). Kelangkaan gas melon sudah dirasakan warga hampir dua minggu ini.

RADAR SITUBONDO – Kepala Bidang Perdagangan di Dinas Koperasi, Perinsdustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Situbondo, Ruben Pakilaran meminta agar masyarakat golongan ekonomi mampu tidak menggunakan gas elpiji bersubsidi.

Ini untuk mengurangi permintaan elpiji 3 kg yang akrab disebut tabung melon tersebut. Sebab, akhir-akhir ini keberadaannya kian sulit didapatkan lantaran permintaan tinggi.

Kata Ruben, elpiji melon disalurkan hanya kepada masyarakat miskin. Harganya lebih murah karena disubsidi pemerintah untuk kebutuhan warga kurang mampu.  Sehingga, warga yang sudah mampu secara ekonomi diminta tidak menggunakan gas tersebut.

"Kami meminta masyarakat sadar. Jika mampu, jangan mengaku tidak mampu dengan memilih untuk menggunakan gas melon. Karena selain itu bukan haknya, justru akan membuat persediaan di pangkalan cepat habis," ujarnya, Kamis (27/7).

Ruben menegaskan, tingginya permintaan elpiji melon di Kabupaten Situbondo berdampak terhadap persediaan di pangkalan. Sedangkan pangkalan hanya terbatas menerima pasokan gas dari agen.

“Di pangkalan itu stoknya saat ini cepat habis. Karena yang antre ramai. Bahkan ada yang warga yang rela menunggu sebelum gas melon itu dipasok agen," ucapnya.

Selain itu Ruben mengatakan, jatah gas melon hingga saat ini tidak berkurang. Stok yang dimiliki pangkalan pun tidak pernah telat menerima penyaluran dari agen. Hanya saja warga yang membutuhkan sangat tinggi. Mereka rela antre di pangkalan.

“Sebetulnya stok di pangkalan aman-aman saja. Jatah yang diterima dari agen tidak berkurang. Saya sudah monitoring kepada beberapa pangkalan gas elpiji. Hasilnya tidak ada kekurangan stok. Penyaluran dari agen jumlahnya masih normal dan rutin dikirim setiap hari,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah warga terpaksa antre berjam-jam di pangkalan gas elpiji Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Karangasem.

Mereka berupaya agar bisa segera mendapatkan tabung isi ulang elpiji melon. Selama beberapa hari terakhir ini, warga mengaku sangat sulit untuk mendapatkannya. (wan/pri)

Editor : Ali Sodiqin
#Melon #langka #pangkalan #agen #bersubsidi #3 kg #gas