RADAR SITUBONDO – Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, Situbondo, di-launching jadi rintisan Kampung Moderasi Beragama, kemarin (26/07). Kehidupan keseharian umat beragama di lingkungan yang ada di Kecamatan Panarukan tersebut dinilai rukun, penuh toleransi.
Salah satunya dibuktikan dengan diberikannya izin pembangunan Pura Jagad Nata oleh masyarakat.
Launching Desa Sumberkolak sebagai Rintisan Kampung Moderasi Beragama dilakukan di Balai Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan oleh Wakil Bupati Situbondo, Nyai Hj Khoirani.
Baca Juga: Polisi Survei Jalur Kedatangan Presiden Jokowi ke Situbondo
Ini tandai dengan pelepasan balon dan merpati ke alam bebas sebagai simbol kebebasan warga dalam memeluk agama dan menjalankan ibadahnya sesuai dengan keyakinannya masing-masing.
Launching tersebut sekaligus dibersamakan dengan pencanangan nasional Kampung Moderasi Beragama (KMB) yang dilakukan oleh Menteri Agama RI secara daring di seluruh Indonesia.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Situbondo, Drs H Slamet MHI menerangkan, ada dua desa di Kabupaten Situbondo yang terpilih untuk dilombakan dalam KMB. Yakni Desa Wonorejo, Kecamatan Banyuputih dan Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan.
Baca Juga: Disbudpar Banyuwangi Teliti Temuan Dakon Diduga Peninggalan Prasejarah Abad ke-3
“Sebenarnya ada empat. Selain Wonorejo dan Sumberkolak, juga ada Desa Gudang, Kecamatan Asembagus, dan Desa/Kecamatan Besuki. Namun, yang dipilih dan memang siap untuk mengikuti launching di tingkat kabupaten maupun di tingkat nasional adalah adalah Desa Sumberkolak dan Desa Wonorejo,” terangnya saat memberikan sambutan.
Menurut Slamet, kehidupan keseharian warga di Situbondo sebenarnya sudah sangat menunjukkan sikap moderasi beragama. Tidak hanya terjadi di empat desa, tapi hampir di semua desa.
“Makanya, yang memang sama jangan pernah dibeda-bedakan. Tapi yang berbeda, jangan pernah dipaksakan untuk bisa sama. Itulah hakikat moderasi beragama,” terangnya.
Baca Juga: Pupuk Nilai Kebudayaan, SMAN 1 Situbondo Gelar Festival Kebangsaan
Kepala Desa Sumberkolak, Supandi, S.Pd menjelaskan, warga di desanya memiliki keyakinan yang beragam dalam masalah agama. Ini menyusul kian pesatnya pembangunan sejumlah kawasan perumahan di Desa Sumberkolak dari waktu ke waktu. Sehingga banyak pendatang baru dari luar.
“Namun perbedaan agama tidak pernah menjadi masalah di desa kami, terutama dengan adanya pendampingan dan dukungan dari Babinkamtibmas dan Babinsa,” terangnya.
Dia mencontohkan, pemeluk agama Hindu di Desa Sumberkolah berjumlah 26 orang. Namun, warga sekitar tidak pernah keberatan saat salah satu tokoh masyarakat Hindu beberapa tahun silam mendirikan Pura yang kemudian menjadi satu-satunya tempat ibadah bagi umat Hindu di Situbondo. Pura tersebut diberi nama Pura Jagad Nata.
Dalam acara launching kemarin, hadir seluruh pemuka agama dari masing-masing agama. Mereka diberi waktu untuk berdoa demi kelancaran acara dan kelangsungan kampung moderasi beragama ke depan. Selain itu, juga ditampilkan kesenian tradisional yang para pemainnya dari warga lintas agama. (wan/pri)
Editor : Ali Sodiqin