Undangan dihadiri langsung Rektor Universitas Ibrahimy Sukorejo didampingi Wakil Rektor 1. Pertemuan membahas persiapan kegiatan KKN internasional yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat.
”Atas berkenan Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah KHR Ach. Azaim Ibrahimy, Universitas Ibrahimy Sukorejo akan melaksanakan KKN internasional. Insya Allah ada dua negara yang akan menjadi sasaran, yakni Thailand dan Korea Selatan,” terang KH Ach. Fadlail MH, Rektor Universitas Ibrahimy Sukorejo kepada Jawa Pos Radar Situbondo, Rabu (7/6).
Disebutkan, KKN internasional sekaligus dirancang dengan PPL. Ini sebagai implementasi Merdeka Belajar sebagaimana program pemerintah untuk menyiapkan lulusan yang lebih mumpuni dalam mengamalkan ilmunya di tengah-tengah masyarakat.
Sementara itu, Kementerian Pendidikan Thailand melalui Director of Office of Private Education Narathiwat Province menyambut baik rencana KKN dan PPL dari perguruan tinggi Indonesia.
”MoU dan penempatan mahasiswa Indonesia di Thailand akan semakin mempererat hubungan antarkedua negara. Ada cukup banyak lembaga pendidikan dan pesantren di Thailand, khususnya di Narathiwat yang siap ditempati kegiatan KKN dan PPL,” terang Mr Pibyaa Radanaworrachad.
Usai acara seremonial dan rapat di kantor Kementerian Pendidikan, selanjutnya rektor Universitas Ibrahimy beserta rombongan diantar melakukan kunjungan lapangan ke Princess of Naradhiwas University dan salah satu sekolah di Narathiwat.
Selain melakukan lawatan ke Thailand, KH Ach. Fadlail MH juga berkesempatan mengunjungi kampus International Islamic University Malaysia dan bersilaturahmi dengan beberapa alumni di Malaysia.
”Di Malaysia juga terbuka peluang dakwah yang bisa disinergikan dengan kegiatan akademik Universitas Ibrahimy Sukorejo. Seperti penguatan akidah ahlussunnah wal jamaah bagi para TKI dan putra-putrinya. Kami juga akan merumuskan kemungkinan penempatan peserta KKN di Malaysia dalam kesempatan berikutnya,” tutur KH Ach. Fadlail MH.
KH Ach. Fadlail MH menjelaskan, KKN Universitas Ibrahimy Sukorejo tidak hanya bersifat lokal kabupaten sekitar. ”Kami merancang KKN tahun ini dalam tiga bentuk, yaitu KKN reguler dengan melakukan pendampingan terhadap masyarakat di Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso. Bentuk kedua KKN nasional dengan mengirimkan mahasiswa ke Jember, Malang, Sampang, Pamekasan, Sulawesi, dan Jambi. Dan, yang ketiga KKN internasional sebagaimana komunikasi intens yang sudah kami lakukan dengan berbagai pihak di Thailand dan Korea Selatan,” jelasnya.
Lebih jauh rektor yang dinobatkan sebagai penerima penghargaan Africa van Java tahun 2023 ini menyebutkan, sebagai perguruan tinggi pesantren, Universitas Ibrahimy Sukorejo akan senantiasa hadir melakukan penguatan nilai-nilai Islam moderat untuk diamalkan dan dikembangluaskan di berbagai daerah, bahkan hingga ke mancanegara. ”Hal ini sekaligus diintegrasikan dengan keahlian mahasiswa sesuai dengan pembidangan keilmuannya untuk kemanfaatan masyarakat luas,” pungkas KH Ach. Fadlail MH. (wan/pri/c1) Editor : Ali Sodiqin