Pelepasan peserta didik SMPN 1 Asembagus digelar secara meriah. Diawali dengan kirab dengan start Taman Kota Asembagus menuju halaman sekolah. Mereka dikawal dengan drum band. Sepanjang jalan yang dilewati, penuh dengan warga yang ingin menyaksikan kirab tersebut.
Sebelum prosesi wisuda dilaksanakan para siswa menampilkan pertunjukan seni. Ada tari-tarian hingga menyanyi. Acara wisuda berjalan meriah namun tetap hikmat selama empat jam. Dihadiri oleh seluruh wali murid kelas sembilan dan juga jajaran forum pimpinan kecamatan (Forkopimcam) Asembagus.
Kepala Sekolah SMPN 1 Asembagus, Hj. Tutik, M.Pd mengatakan, acara pelepasan siswa kelas sembilan diharapkan dapat memberikan kesan baik. Sehingga, para peserta didik selalu ingat dengan nama almamaternya setelah lulus nanti.
“Jangan pernah melupakan almamater sekolah. Kalian nanti harus bisa diterima di sekolah yang lebih tinggi. Maka kejarlah cita-cita setinggi langit. Bapak dan ibu guru hanya bisa mendoakan, semoga diberi kemudahan melanjutkan pendidikan,”ujar Tutik saat memberikan sambutan.
Orang nomor satu di SMPN 1 Asembagus itu berharap, sepuluh tahun ke depan ketika sudah menjadi orang sukses, mereka bisa mengharumkan nama sekolah. Jangan justru mencoreng nama baik diri, lebih-lebih mencoreng nama baik almamater.
“Untuk itu, tetap menjadi siswa berprestasi yang berbakti kepada orang tua dan tidak melupakan almamater. Karena almamater ini menunggu sepak terjang dari siswa dan siswi yang baru diwisuda saat ini,” jelasnya.
Tutik menjelaskan, di antara 250 siswa yang sudah di wisuda, itu ada 37 siswa berprestasi yang sudah berhasil meraih kejuaraan bidang akademis maupun non akademis. Capaian tersebut berhasil mengangkat nama baik sekolah yang lebih bersinar. “Mereka selama tiga tahun mengukir prestasi, dan membuat Spensa (SMPN 1 Asembagus) bersinar. Karena telah menjuarai sejumlah perlombaan tingkat kabupaten, provinsi dan nasional,” kata perempuan yang tinggal di Desa Mojosari, Kecamatan Asembagus itu.
Dikatakan, prestasi yang sudah berhasil diraih itu harus terus ditingkatkan sehingga mampu menduduki sejumlah profesi kerja yang strategis. “Ke depan, nanti bisa menjadi orang yang sukses dan menggantikan posisi bapak dan ibu sebagai guru, polisi, dan lainnya yang hadir malam ini,” harapnya.
Sementara itu, Tutik mengatakan, saat pelaksanaan penerimaan peserta didik baru belum lama ini, jumlah siswa yang mendaftar membeludak. Bahkan, ketersedian ruang kelas tujuh sebanyak sembilan kelas sudah terisi penuh. “Ada juga siswa yang mendaftar belum diterima karena sudah penuh. Mereka bahkan mau menunggu agar bisa diterima. Yaitu ketika nanti ada siswa yang sudah mendaftar namun mengundurkan diri, maka yang antre mau menggantikan ini juga masih banyak,” ungkapnya.
Tutik menambahkan, selama memimpin SMPN 1 Asembagus dirinya berhasil menjadikan sebagai lembaga pendidikan yang ramah anak. Dari lima SMPN yang ditetapkan sebagai sekolah ramah anak se Kabupaten Situbondo, salah satunya adalah SMPN 1 Asembagus. “Pada tahun ajaran yang akan datang ini, kita sudah melaksanakan program sekolah ramah anak tahun kedua. Isyaallah tahun ajaran yang akan datang, sekolah kita akan ditetapkan salah satu sekolah ramah anak dari 53 SMP yang ada di wilayah Kabupaten Situbondo,” pungkasnya. (wan/pri/adv) Editor : Muhammad Khoirul Rizal