Kepala Rutan (Karutan) Kelas IIB Situbondo Rudi Kristiawan mengaku baru mengetahui kebiasaan tersebut. Dia juga kaget begitu mendapatkan barang bukti sitaan berupa gotri yang dibuat sendiri dari sikat gigi. ”Barang terlarang yang kami amankan berupa sikat gigi yang sudah dimodifikasi menjadi runcing dan bulat seperti gotri,” ujarnya, Selasa (9/5).
Melihat adanya barang sitaan yang dianggap nyeleneh, imbuh Rudi, petugas rutan langsung memanggil semua WBP untuk mencari tahu penggunanya. Petugas pun menemukan empat WBP yang sudah memasang gotri buatan tersebut dengan bedah mandiri alias tanpa bantuan medis.”Empat pemakai sudah kami sanksi dengan cara dimasukkan dalam sel khusus selama satu minggu. Hal ini harus kami lakukan, khawatir keempat WBP ini kena infeksi,” tegasnya.
Rudi menceritakan, kebiasaan tersebut tampaknya sudah biasa dilakukan oleh WBP. Terbukti pada saat dilakukan pemeriksaan, teman sekamar dari empat WBP tersebut hanya tertawa melihat empat temannya yang melakukan pemasangan gotri dengan niat agar kuat bersenggama. ”Pengakuan dari empat WBP, hal itu dilakukan agar bisa memuaskan keahliannya dalam bercinta. Utamanya saat pulang dari rutan,” ungkapnya sembari tertawa.
Dari penggeledahan yang dilakukan malam hari itu, petugas rutan juga mengamankan sejumlah barang berbahaya lainnya. Di antaranya sendok aluminium, pisau cukur, korek gas, kayu pentungan, paku, dan tali pendek. ”Untuk HP dan narkoba tidak kami temukan,” tegas Rudi.
Rudi menyebut, penggeledahan dilakukan dalam rangka mendeteksi dini peredaran narkoba. Ini sekaligus menjawab beredarnya video Uya Kuya yang menyebutkan orang lapas sering menipu secara online. ”Kami pastikan di Rutan Situbondo tidak terjadi penyimpangan-penyimpangan yang sifatnya merugikan orang lain,” tutup Karutan Situbondo Rudi Kristiawan. (hum/pri/c1) Editor : Muhammad Khoirul Rizal