Salah satu pedagang di Pasar Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, Situbondo, Mustadin mengatakan, penurunan harga cabai rawit lebih dari separo. Jika sebelumnya satu kilogram dijual hampir Rp 100 ribu, namun saat ini hanya Rp 20 ribu perkilogram.
“Cabai rawit saat ini sudah murah. Turunnya sangat jauh dari harga sebelumnya. Karena stoknya sekarang juga sudah banyak. Kalau dulu kan stok sedikit makanya harga mahal,” ujarnya, Minggu (7/5).
Pria yang akrab disapa Mus itu mengatakan, turunnya harga cabai pun bisa dirasakan manfaatnya. Saat harga cabai mahal, dia hanya bisa menjual beberapa kilogram saja dalam sehari. Namun saat ini, belasan kilogram cabai rawit ludes dibeli warga. “Alhamdulillah. Pembelinya lebih banyak. Sekarang saja sudah 13 kilogram yang dibeli warga. Mungkin karena harganya murah, jadi orang mau beli. ,” ucapnya.
Mus mengatakan, banyaknya stok yang dia jual karena peminatnya meningkat. Rata-rata mereka adalah yang memiliki usaha bakso. “Kalau warga yang buka usaha bakso itu belinya banyak. Bisa mencapai lima kilogram. Tapi ada juga yang hanya membeli setengah kilogram saja. Yaitu hanya untuk dikonsumsi keluarga bukan untuk jualan,” ungkapnya.
Sementara itu, Mus mengaku, sebagai pedagang cabai kecil di pasar hanya sedikit keuntungan yang bisa didapatkan. Yakni cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. “Meski harga cabai murah atau mahal itu saya untungnya tetap sedikit. Paling satu kilogram itu hanya bisa hasil seribu saja,” ungkapnya.
Sementara itu, salah satu pedagang bakso, Haryono mengaku sudah bisa menikmati manfaat ketika harga cabai rawit turun. Karena bisa membeli dengan jumlah banyak untuk memenuhi permintaan pelanggan. “Kalau orang beli bakso itu yang ditanyakan cabainya. Jadi sekarang tidak khawatir lagi kalau ada pembeli yang ambil banyak, karena stoknya juga banyak,” ucapnya. (wan/pri) Editor : Muhammad Khoirul Rizal