Ketua Ikatan Santri Salafiyah Syafi’iyah (IKSASS) Cabang Situbondo Ustad Aburowi mengatakan, santri yang balik berjemaah diatur menjadi dua hari berturut-turut. Tujuannya untuk mengurangi kepadatan dan kemacetan di jalan pantura Situbondo. ”Hari Senin (1/5) fokus kepada semua santri putra, untuk saat ini (kemarin) adalah santri putri yang balik berjemaah,” kata Aburowi.
Khusus santri dari Kabupaten Situbondo saja jumlahnya kurang lebih tiga ribu santri. Total santri putra sebanyak 1.226 santri dan 1.776 santri putri. Sedangkan total keseluruhan santri baik yang dari Jawa maupun luar Jawa sebanyak 17 ribu santri. ”Ribuan santri yang balik berjemaah ini semuanya diakomodasi oleh masing-masing IKSASS,” tegas Aburowi.
Proses balik berjemaah kali ini tidak terlalu sulit seperti musim Covid-19. Semua santri bisa kembali dengan normal tanpa harus membawa surat keterangan sehat dari dokter. Pengurus pesantren hanya menginstruksikan semua santri yang balik pesantren tidak diantarkan oleh orang tuanya.
”Pesantren sudah memasrahkan kepada IKSASS. Pertimbangannya, jika ribuan santri diantarkan oleh masing-masing keluarga bakal tambah banyak, sedangkan tempat di Sukorejo terbatas,” tandas Aburowi. (hum/pri/c1) Editor : Muhammad Khoirul Rizal