Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Harga Semangka Turun Jelang Lebaran Idul Fitri 1444 Hijriah

Edy Supriyono • Selasa, 18 April 2023 | 20:30 WIB
PANEN: Sejumlah pekerja sibuk menimbang buah semangka sebelum diangkut kendaraan pikap, di Desa Gelung, Kecamatan Panarukan, Minggu (14/6). (Iwan Feriyanto/Radar Situbondo)
PANEN: Sejumlah pekerja sibuk menimbang buah semangka sebelum diangkut kendaraan pikap, di Desa Gelung, Kecamatan Panarukan, Minggu (14/6). (Iwan Feriyanto/Radar Situbondo)
PANARUKAN, Jawa Pos Radar Situbondo - Petani semangka di Desa Gelung, Kecamatan Panarukan, Situbondo, belum bisa untung saat panen, Minggu (16/4). Sebab, buah manis itu harganya turun menjelang perayaan Idul Fitri 1444 Hijriah.

Salah satu petani, Dedi Suwarno menjelaskan, harga satu kilogram semangka yang dijual petani pada pedagang  turun menjadi Rp 4 ribu. Sedangkan beberapa pekan lalu, masih bisa mencapai Rp 7 ribu perkilogram. "Iya kalau dibandingkan harga sekarang yang Rp 4 ribu perkilogram dengan harga Rp 7 ribu perkilogram, untungnya pasti lebih kecil," ujarnya, Minggu (16/4).

Dedi mengatakan, turunnya harga semangka lantaran banyak petani yang sudah panen lebih awal. Sehingga, persediaan pedagang masih cukup melimpah untuk memenuhi permintaan warga. "Resikonya kalau panen belakangan iya gini. Hanya bisa untung sedikit, itupun hanya bisa balik modal," jelasnya.

Sementara itu, Dedi mengaku, panen yang dihasilkan saat ini mencapai 23 ton. Buah tersebut dijual ke luar kota. Sebab, pedagang yang ada di Situbondo peminatnya sudah sedikit. "Untung saya sendiri masih punya kenalan pedagang luar kota. Jadi tidak bingung mau di jual kemana. Kalau mengandalkan pedagang asli Situbondo malah rugi. Karena peminatnya sedikit dan harganya malah lebih murah," ungkapnya.

Dijelaskan, hasil panen kali ini tidak maksimal. Sebab, terkendala faktor hujan deras yang terjadi hampir setiap hari . "Ini ada yang ukuran semangkanya besar, ada juga yang sedang. Biasanya kalau cuacanya stabil jarang hujan, hasil buahnya besar," katanya.

Sementara itu, Hartono, salah satu petani semangka mengatakan, harga semangka saat ini masih bisa membuat petani bernafas lega. Meski tidak bisa untung besar, tapi masih bisa menutup modal yang sudah dikeluarkan. "Untung masih balik modal. Karena kalau melihat kondisi cuaca saat ini, bisa panen itu rasanya sulit," ucapnya.

Dia mencontohkan, ada beberapa petani semangka lain yang justru rugi besar. Itu terjadi karena rusak akibat hujan deras. "Karena kalau pas hujan deras itu, harapan petani bisa panen sangat kecil. Karena di sini sudah ada petani semangka yang gagal panen. Yaitu, buahnya rusak akibat terlalu banyak genangan air," pungkasnya. (wan/pri) Editor : Muhammad Khoirul Rizal
#idul fitri #pertanian #harga semangka #Water Melon