Kepala UPT, Agus Prayudo mengatakan, anggota Damkar masih belum memiliki alat pelindung diri (APD) yang aman dipakai. Serta alat bantu evakuasi di lapangan. "Selama ini APD yang biasa dipakai oleh anggota itu baju tahan panas. Bukan pakaian yang biasa digunakan untuk keamanan petugas," ujarnya, Minggu (9/4).
Kata dia, meski petugas sudah menggunakan baju tahan panas saat bekerja di lapangan, namun masih saja menjadi korban sengatan tawon vespa. Petugas masih sering menjadi korban sengatan tawon vespa. "Ada yang pernah sampai dirawat di rumah sakit karena kondisinya parah setelah disengat tawon. Ada juga yang tidak sampai dirawat, hanya bengkak saja," jelasnya.
Dia berharap, ke depan untuk lebih mengutamakan keselamatan petugas saat bekerja. Dengan melengkapi peralatan yang dibutuhkan. "Secara bertahap kami masih berupaya melengkapi peralatan yang aman untuk dipakai petugas. Karena apa yang mereka lakukan cenderung berbahaya saat ada di lapangan," harapnya.
Agus menambahkan, sejak Bulan Januari hingga bulan Maret tahun 2023. Setidaknya ada puluhan sarang tawon vespa yang dievakuasi di rumah warga. "Setelah dievakuasi di bawa ke kantor untuk dimusnahkan. Karena tidak mungkin untuk dibebaskan. Justru berisiko memakan korban," pungkasnya. (hum/pri) Editor : Muhammad Khoirul Rizal