Pedagang durian dari luar kota tersebut mangkal di area Taman Pancing yang tak jauh dari Pabrik Gula (PG) Panji. Beberapa pikap yang digunakan untuk memajang buah durian berjejer rapi. Mereka tampak kompak, seolah sudah mempersiapkan tempat untuk dijadikan berjualan saat memasuki musim durian.
Pedagang pendatang tidak hanya menjual durian saja. Ada juga yang menjual rambutan asal Jember. Sehingga, Taman Pancing tersebut kini dikunjungi banyak orang bukan karena keindahan tamannya. Melainkan karena menjadi sentra berjualan buah-buahan.
Yang ironis, mereka kurang menjaga kebersihan. Kulit durian berserakan dan dibuang begitu saja ke aliran sungai yang ada di sebelah selatan dari tempat mereka berjualan. Seolah-olah itu memang sudah menjadi tempat sampah.
”Ini semua adalah pedagang dari Kabupaten Jember. Sekian pikap yang mangkal di sini masih satu tetangga. Jadi, kami sengaja berangkat bareng dan pulang juga bareng. Masalah tempat sudah kami petak-petak agar tidak rebutan,” ungkap Aqil.
Kata pria 29 tahun itu, saat ini belum memasuki musim panen raya durian. Diprediksi, panen raya akan berlangsung pada bulan Februari. Untuk bulan ini, pedagang masih sulit mencari durian sehingga harganya relatif tinggi.
”Untuk durian berukuran kecil hingga yang besar bermacam-macam. Dari Rp 30 ribu hingga Rp 100 ribu. Tergantung dari ukuran duriannya, kalau makin besar ya semakin mahal,” kata Aqil.
Untuk durian yang dijual saat ini kebanyakan durian lokal. Ukurannya sedang-sedang saja. Untuk durian super, seperti durian montong masih jarang, meskipun ada hanya satu dua yang tersedia. ”Kalau durian montong kami jual per kilogram. Satu kilogram Rp 65 ribu, bijinya dipastikan bagus dan dagingnya juga tebal,” kata Aqil.
Dia mengaku, ukuran dan rasa durian tidak berpengaruh terhadap penjualan. Sebab, tiap pembeli memiliki selera masing-masing. Ada yang suka durian kecil karena harumnya lebih terasa. Ada yang suka durian besar karena dagingnya pasti lembut. ”Selera pencinta durian beda-beda, ada yang suka durian yang agak pahit, ada yang suka rasa paling manis,” pungkas Aqil. (hum/pri/c1) Editor : Muhammad Khoirul Rizal