Pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi, Selasa (3/1/23), sejumlah pedagang yang ada di Pasar Senggol sibuk memilah cabai yang sudah busuk untuk dibuang. Tampak setiap pedagang terus meratakan cabai agar tidak menumpuk hingga mengalami kebusukan.
”Kalau tidak diratakan bisa panas dan gampang busuk. Jadi, setiap saat harus dicakar agar tidak menumpuk dan tidak cepat busuk,” kata Mamat, salah satu pedagang di pasar tersebut.
Mamat menjelaskan, untuk mendapatkan cabai sangat gampang. Sebab, masih banyak stok dari petani dan tidak ada cabai yang diambil dari luar kabupaten. Semuanya diambil di dalam Kota Santri. Namun, cabai yang dijual oleh pemasok rata-rata sudah rusak.
”Kulit cabai sudah tidak mulus, seperti yang dimakan ulat dan sudah tidak tahan lama. Makanya saya hanya beli 10 kg setiap hari untuk dijual kembali. Kalau dulu sebelum musim hujan saya bisa beli hingga 50 kg per hari. Sekarang tidak berani, kalau beli 10 kg pas busuk 1 kg kan sudah banyak ruginya,” kata kakek 57 tahun itu.
Mamat juga menjelaskan sulitnya menjual tomat di musim hujan. Meskipun harganya sudah stabil dibandingkan bulan lalu, tomat juga rawan busuk saat musim penghujan. ”Dua bulan yang lalu tomat anjlok. Per kg Rp 500, sekarang kan sudah Rp 50 per kg. Cuma kalau musim hujan ya sama dengan cabai, gampang rusak. Pokok yang bersifat air cabai dan tomat tipis penghasilannya. Kalau palawija enak kan tahan lama,” pungkasnya. (hum/pri/c1) Editor : Muhammad Khoirul Rizal