Pria yang akrab disapa Bung Karna tersebut mengatakan, kedatangannya ke KK26 setelah mendengar informasi tentang bencana alam yang menimpa tempat yang dikenal dengan kampung mistiknya tersebut. Bupati pun, mengajak sejumlah bawahannya untuk ikut serta melakukan pengecekan.
“Kami datang bersama Sekda (Sekertaris Daerah) Kepala Dinas Periwisata, Camat Kota, sengaja hadir langsung untuk memastikan kondisi di lapangan. Ternyata kerusakannya benar-benar memprihatinkan,” kata Bupati.
Bupati asal Desa Curahtatal, Kecamatan Arjasa, itu mengintruksikan Camat Kota Situbondo untuk segera membuatkan laporan atas kejadian tersebut. Sehingga, pemerintah bisa menyalurkan bantuan dari dana tidak terduga.
“Kami berharap dengan adanya bantuan yang akan diberikan nanti, wisata KK26 kembali tegak berdiri dan pemandangannya bisa dirasakan oleh pengunjung-pengunjung yang sudah setia datang hingga menghasilkan pendapatan bagi KK26,” kata Bupati.
Namun, untuk besaran anggaran yang bakal diberikan belum bias dipastikan. Sebab, kepastian nominal kerugian masih dalam tahap penghitungan, baik dari pengelola maupun dari tim BPBD. “Kami masih menunggu hasil laporannya, sehingga kami bisa menentukan berapa kira-kira anggaran yang akan diberikan terhadap pembangunan wisata tersebut,” tegas Bung Karna.
Bupati juga memiliki harapan besar terhadap percepatan rehabilitasi KK26 pasca diterjang angin besar. Sebab, pertemuan inklusi yang akan dihadiri Presiden Indonesia, Jokowi akan ditempatkan di karang kenek. Sehingga, benar-benar membutuhkan kematangan tempat. “Kami berharap pembangunan ini cepat terselesaikan dengan baik, agar tidak menjadi hambatan terhadap temu inklusi nasional,” pungkas Bung Karna. (hum/pri) Editor : Muhammad Khoirul Rizal