Pembina BEM STAI Cendekia Insani Lukmanul Hakim mengatakan, pelantikan BEM tersebut merupakan periode ketiga sejak STAI Cendekia Insani didirikan pada tahun 2010 lalu. Harapannya, mereka mampu mengembangkan lembaga tersebut lebih baik ke depan. ”Harapan saya, dengan dilantiknya pengurus BEM yang baru ini, memiliki kontribusi besar berupa perubahan untuk lembaga ke depan yang lebih signifikan lagi,” ujarnya.
Lukman mengatakan, sejak 12 tahun lembaga pendidikan Islam tersebut berdiri, sudah mampu mencetak sejumlah mahasiswa yang memiliki kapasitas intelektual. Hal itu bisa itu tercapai atas bimbingan dari seluruh dosen maupun civitas academica . ”Pemuda saat ini yang ada di bangku kuliah merupakan pemuda yang akan membangun daerah di masa akan datang. Makanya, mulai saat ini harus dibimbing dan diarahkan agar kelak menjadi generasi emas untuk membangun bangsa, khususnya membangun Kabupaten Situbondo,” ungkapnya.
Lukman mencontohkan, peran dari mahasiswa STAI Cendekia Insani yakni berkontribusi dalam membangun daerah, salah satunya dengan meningkatkan sektor pariwisata. Ini dilakukan dengan menggandeng Dinas Pariwisata dan Olahraga (Dispora). ”Muncul ide sinergisitas dengan Dinas Pariwisata ini dalam rangka meningkatkan potensi pariwisata. Karena potensi pariwisata yang ada di Situbondo ini sangat luar biasa dan terus ditingkatkan pengelolaannya untuk menarik wisatawan,” ucapnya.
Lukman menyebut, ada banyak cara yang bisa dikerjakan untuk menarik daya tarik wisatawan berkunjung ke Situbondo. Salah satunya memaksimalkan teknologi media sosial. ”Pengurus BEM yang baru kami berharap bisa lebih kreatif dalam bekerja. Karena dengan adanya media sosial saya rasa lebih mudah untuk melaksanakan tugas. Seperti mempromosikan pariwisata saat ini, cukup dengan meng-upload ke media sosial maka sudah bisa dikenal oleh banyak orang,” harapnya.
Sementara itu, Bupati Situbondo Drs Karna Suswandi melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Situbondo Wawan Setiawan mengatakan, mahasiswa sebagai kaum intelektual diharapkan mampu melanjutkan pembangunan untuk mewujudkan masyarakat yang lebih maju. Dia berharap organisasi BEM STAI Cendekia Insani mampu memberikan kontribusi besar dalam mengawal pembangunan di Situbondo. ”Semoga organisasi BEM bisa menjadi wadah penyambung suara yang aktif dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat untuk Situbondo yang lebih baik,” ucapnya.
Kata Wawan, peran mahasiswa sebagai kontrol sosial harus juga mampu mengikuti perkembangan zaman. Seperti kemajuan teknologi yang sangat pesat, bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk menangkap peluang dalam memajukan daerah. ”Mahasiswa diharapkan mampu menangkap peluang dengan memanfaatkan teknologi media sosial. Inilah tantangan mahasiswa sebagai kaum intelektual muda mendorong masyarakat agar melek teknologi untuk percepatan pembangunan agar tidak ketinggalan dengan bangsa lain,” jelasnya.
Wawan berharap, selain sebagai penyambung aspirasi masyarakat, mahasiswa juga harus mampu bersinergi dengan pemerintah daerah. Yakni, dengan cara memaksimalkan segala potensi yang dimiliki. ”Kita harus berjuang keras untuk mewujudkan visi misi pemerintah daerah sesuai dengan rencana pembangunan jangka menengah daerah tahun 2021–2026, yaitu mewujudkan masyarakat Situbondo berakhlak, sejahtera, adil, dan berdaya (Berjaya),” pungkasnya. (wan/pri/c1/adv) Editor : Muhammad Khoirul Rizal