Bupati Situbondo Drs Karna Suswandi dalam sambutannya mengatakan, peran perempuan sangat besar. Sebab, tanpa perempuan tidak mungkin ada generasi pemuda selanjutnya. ”Tanpa seorang perempuan atau ibu-ibu, regenerasi tidak akan ada,” ujarnya.
Pria yang akrab disapa Bung Karna itu menjelaskan, menjaga kesehatan sangatlah penting. Sebab, dengan kondisi badan yang sehat bisa memperlancar aktivitas sehari-hari. ”Karena dengan sehat, kita bisa menikmati apa saja. Bisa menikmati makanan serta hidup bersama keluarga dengan baik,” jelasnya.
Begitu pula sebaliknya, Bung Karna mengatakan jika kondisi badan tidak sehat, maka akan sulit bagi seseorang untuk bisa menikmati hidup sesuai dengan yang diinginkan. ”Kalau badan kita sakit, nikmat hidup berkurang. Apalagi, biaya yang harus dikeluarkan besar,” ucapnya.
Bung Karna menyatakan, meski pemerintah sudah memberikan layanan kesehatan gratis (Sehati) untuk masyarakat, tetap yang paling nikmat adalah kondisi badan yang sehat. ”Di samping kesehatan itu nikmat, kesehatan itu mahal. Meskipun saat ini pemerintah memberikan bantuan kesehatan gratis (Sehati),” ungkap pria asal Kecamatan Arjasa itu.
Sementara itu, Direktur Rumah Sakit dr Abdoer Rahem Situbondo dr Roekmy Prabarini Ario mengajak agar kaum perempuan tetap menjaga kesehatan reproduksi. Seperti melakukan pemeriksaan berkala untuk mengantisipasi terjangkitnya penyakit kanker serviks dan payudara. ”Selama ini masyarakat belum mengetahui gejala awal dari timbulnya penyakit tersebut. Baru setelah terjangkit mereka datang ke rumah sakit,” ucapnya.
Roekmy mengatakan, penyakit dengan risiko besar yang menimpa perempuan itu perlu diantisipasi sejak dini. Sebab, jika terlambat penanganannya, upaya untuk pengobatan yang dilakukan bakal menghabiskan biaya yang besar dan memakan waktu yang cukup lama untuk bisa sembuh.
Roekmy mengaku, penyakit tersebut bisa dicegah. Caranya dengan rutin mengecek kesehatan secara berkala. ”Kami prihatin kalau sampai ibu-ibu atau perempuan tidak tahu gejala munculnya penyakit tersebut,” ungkapnya.
Roekmy mengatakan, rata-rata pasien kanker yang berobat ke rumah sakit sebenarnya sudah terjangkit cukup lama. ”Kebanyakan selama ini yang kami tangani itu kondisinya sudah parah. Maka, kami harap untuk mengantisipasinya dengan melakukan pemeriksaan,” ungkapnya.
Selain itu, Roekmy menjelaskan, penyakit serviks terjadi karena beberapa faktor. Antara lain memiliki pasangan lebih dari satu orang serta seorang ibu yang memiliki banyak anak. ”Ini perlu diantisipasi. Jangan sampai hal itu terjadi. Khususnya dalam kehidupan keluarga,” ungkapnya.
Roekmy menyebut, meski kasus penyakit tersebut cukup berisiko, namun masyarakat tidak perlu khawatir. Sebab, rumah sakit memiliki cara khusus untuk menangani pasien. ”Di puskesmas maupun di rumah sakit sudah ada dokter khusus untuk menangani penyakit tersebut,” pungkasnya. (wan/pri/c1/adv) Editor : Muhammad Khoirul Rizal