Komisioner KPU Situbondo Iwan Suryadi mengaku, laporan dari kepengurusan baru itu penting dilakukan untuk kecocokan data. ”Sebetulnya ini penting kami ketahui kalau ada ketua partai yang berubah atau diganti. Sebab, menyangkut pada proses tahapan untuk pemilu. Karena kan harus tahu siapa pimpinan partainya,” ujarnya, Senin (19/12).
Iwan menerangkan, pergantian ketua Partai Gerindra yang baru hingga kemarin belum disampaikan ke KPU. Bahkan, dalam berkas administrasi tercantum bahwa ketua partai tersebut masih dijabat Jainur Ridho. ”Hingga saat ini, kami juga belum menerima komplain dari pihak mana pun,” imbuhnya.
Iwan mengaku, meski tidak berpengaruh terhadap proses pemilu mendatang, namun informasi yang diharapkan KPU adalah kecocokan data. Sehingga, kinerja yang dilakukan mendapat hasil maksimal. ”Kami selama ini hanya melakukan verfak kepada partai politik baru yang ikut mendaftar diri sebagai peserta pemilu. Sedangkan kepada partai lama hampir minim,” jelasnya.
Iwan menjelaskan, alasan KPU tidak melakukan verifikasi terhadap partai lama karena sudah memiliki jumlah kursi di parlemen. Sehingga untuk pendaftaran sebagai peserta pemilu, mengacu kepada data yang sebelumnya. ”Kalau partai lama yang memiliki kursi di parlemen kami tinggal mencocokkan datanya saja. Tetapi untuk partai baru, kami harus turun ke lapangan untuk mengecek satu per satu mulai dari struktur kepengurusannya hingga keanggotaannya,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Umum Partai Gerindra Hambali mengatakan, dirinya hanya melaksanakan tugas yang diberikan partai. Sehingga tidak sampai terlibat jauh dalam menangani proses pendaftaran partai sebagai peserta pemilu. ”Saya hanya mengikuti perintah atasan, yaitu dari DPP Partai Gerindra. Jadi, untuk hal lain saya tidak tahu,” ucapnya singkat. (wan/pri/c1) Editor : Muhammad Khoirul Rizal