Kabid Formasi dan Pengadaan di BKP-SDM Situbondo Echwan Dariawanto Sucipto SSos menerangkan, beberapa peserta gagal maju ke tahap tes tulis karena ada syarat yang tidak dilengkapi. ”Misalnya surat keterangan pengalaman kerja serta beberapa syarat lain yang sudah ditentukan. Ada peserta yang tidak melengkapi sehingga tidak lolos untuk ke tahap tes tulis,” jelasnya, Kamis (15/12).
Echwan mengatakan, pelaksanaan seleksi PPPK tenaga kesehatan sudah berjalan sejak beberapa bulan lalu. Mulai dari tahap seleksi administrasi hingga tes tulis. ”Saat seleksi administrasi dibuka, setidaknya ada 1.005 orang yang mendaftar dari berbagai daerah. Sekitar 98 persen merupakan warga Situbondo,” ujarnya.
Disebutkan, tempat pelaksanaan tes tulis digelar di Kabupaten Probolinggo, Surabaya, Ponorogo, dan Sumenep serta beberapa perguruan tinggi. Pelaksanaan memang sengaja dibagi ke sejumlah lokasi agar tidak menumpuk di satu tempat. ”Memang untuk lokasi ujian dipisah. Peserta bebas mau ikut di tempat yang mana saja. Kalau di Gedung Graha Widya Harja itu ada 872 peserta tes tulis. Selebihnya, peserta lain ikut tes di tempat lain,” tuturnya.
Disebutkan, Pemkab Situbondo hanya mendapatkan kuota 118 orang PPPK tenaga kesehatan. Sehingga, sekitar 80 persen yang telah mengikuti tes tulis dipastikan akan terdepak. ”Tes tulis merupakan tahapan akhir untuk para peserta agar bisa diterima sebagai ASN-PPPK,” imbuhnya.
Echwan menyatakan, kuota 118 orang tenaga PPPK sebenarnya belum sepenuhnya mencukupi kekurangan tenaga kesehatan di Situbondo. Namun, setidaknya pemerintah sudah berusaha memenuhinya secara bertahap. ”Untuk kuota 118 orang ini sebenarnya belum mencukupi kebutuhan tenaga kesehatan kita. Disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah,” ungkapnya.
Echwan mengaku, untuk tahap penerimaan PPPK tenaga kesehatan berikutnya masih belum diketahui. Mengingat, daerah masih menunggu surat resmi dari Kemenpan-RB. ”Kami belum tahu juga, apakah di tahun 2023 nanti ada rekrutmen PPPK kembali. Kita juga masih menunggu surat resmi dari Menpan-RB untuk mengusulkan formasi tenaga kesehatan di tahun 2023,” pungkasnya. (wan/pri/c1) Editor : Muhammad Khoirul Rizal