Musda dihadiri oleh ratusan peserta. Mereka merupakan praktisi seni dan akademisi seni perwakilan wilayah barat, timur, dan tengah Kabupaten Situbondo. Sejumlah peserta menyampaikan alasannya kenapa mereka harus kembali memilih Edy Supriyono untuk memimpin DKS. ”Saya kira kita sudah merasakan sendiri bagaimana kiprah dewan kesenian selama ini,” terang Hafidz, seniman musik asal Panarukan.
Ketua Sidang Musda V DKS Marlutfi Yohandi mengatakan, proses pemilihan ketua umum DKS dimulai dari pembacaan tata tertib. Kemudian, menawarkan teknis pemilihan ketua. Sejak awal, dari forum hanya muncul satu nama. Yakni, Edy Supriyono. Kemudian, forum menyepakatinya secara aklamasi sebagai calon ketua sekaligus ketua terpilih.
Sementara itu setelah terpilih secara aklamasi, Edy Supriyono diberi waktu untuk merespons keinginan forum. Dia menyatakan bersedia untuk memimpin kembali DKS periode 2022–2027 asalkan para seniman ke depannya semakin kompak mendukung dewan kesenian untuk memaksimalkan peran dan fungsinya di Kabupaten Situbondo. ”Kalau saya ditinggalkan sendirian, seperti apa pun saya, ya tidak akan pernah mampu menakhodai DKS,” tegasnya.
Acara Musda V DKS dibuka oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Situbondo Puguh Wardoyo. Dia mengakui jika selama ini sudah banyak pihak yang memberikan apresiasi kepada DKS. Sebab, sudah mampu menjalankan peran dan fungsinya dengan baik di Kota Santri. ”Posisi DKS sangat strategis. Makanya, ke depan keberadaannya sangat dibutuhkan. Masih banyak PR yang perlu diselesaikan dan dilanjutkan oleh kepengurusan selanjutnya. DKS harus lebih baik lagi,” kata Puguh. (wan/pri/c1/adv) Editor : Muhammad Khoirul Rizal