Direktur PT. Jasa Lindo, Armand Van Kempen mengatakan, lomba panjat tebing dilaksanakan selama lima hari. Diikuti oleh ratusan Atlet yang berasal dari beberapa provinsi. Tentu itu akan membutuhkan tempat untuk istirahat.
"Informasinya semua hotel di area wisata Pasir Putih penuh. Bahkan saking banyaknya atlet panjat tebing yang hadir, sampai tidak kebagian kamar. Ada yang tinggal di rumah warga," ujarnya, Minggu Minggu (4/12).
Armand mengatakan, atlet yang memilih tinggal di rumah warga karena letaknya dekat dengan venue panjat tebing. Sehingga, secara waktu lebih efisien. "Karena kalau memilih untuk tinggal di hotel yang jauh dari venue panjat tebing, justru membuang waktu," jelasnya.
Selain itu, Armand menegaskan, event kejuaraan nasional panjat tebing dilaksanakan di Situbondo karena ingin meningkatkan prestasi atlit. "Harapannya banyak atlet lokal yang muncul setelah lomba ini dilaksanakan," cetusnya.
Masih kata Armand, lomba panjat tebing juga memiliki tujuan khusus. Yakni mengenalkan wisata Bahari Situbondo. "Kabupaten Situbondo memiliki pantai terpanjang, sehingga dikenal dengan wisata bahari. Olahraga Panjat Tebing Nasional ini dilaksakan dalam rangka mengenalkan wisata bahari Situbondo," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Unit Pengelola Wisda Rengganis Pasir Putih, Ahmad Nurul Hidayat mengatakan, lomba panjat tebing memiliki dampak positif terhadap hunian hotel. Khususnya di hotel Wisma daerah Rengganis Situbondo. "Sejak adanya lomba panjat tebing, tingkat hunian hotel meningkat 40 persen," ucapnya.
Nurul menyebutkan, sebelum ada event tersebut, kapasitas kamar yang diisi oleh pengunjung hanya sebanyak lima kamar hingga sepuluh kamar. Meski sudah memasuki libur akhir pekan. "Sangat potensial ketika ada event besar di Situbondo. Khususnya yang diselenggarakan dekat dengan wisata pasir Putih," ungkapnya.
Dia berharap, ke depan juga ada event yang sama. Sehingga akan memiliki pengaruh besar terhadap pertumbuhan ekonomi Situbondo. "Harapannya ada event besar di Situbondo. Khususnya di Pasir Putih," pungkasnya. (wan/pri/adv) Editor : Muhammad Khoirul Rizal