Kata dia, petugas sampah bekerja selama tujuh hari. Bahkan tidak ada tanggal merah yang bisa dia nikmati untuk libur. "Meski tanggal nya lagi merah, itu mereka masih masuk kerja. Setiap hari seperti itu," ujarnya, Rabu (30/11).
Janur menyebutkan, meski pekerjaan dilakukan tanpa libur. Namun, kesejahteraan yang didapatkan sangat terbatas. Seperti tidak ada uang lembur. "Setau saya sampai sekarang meski mereka rutin kerja setiap hari, upah yang didapatkan kecil. Mirisnya lagi tidak ada uang lembur," jelasnya. Namun dia tidak mengatakan upah yang diperoleh itu.
Seharusnya, kata dia, pemerintah memperhatikan masih mereka. Sebab, kontribusi yang dilakukan untuk daerah sangat besar. "Dulu sempat ada uang lembur kerja sebelum pandemi Covid-19. Mereka juga mendapat fasilitas kesehatan dan vitamin. Tapi sekarang mereka sudah tidak lagi menerima," ucap pria asal Kecamatan Situbondo itu.
Dijelaskan, kerja keras yang dilakukan oleh petugas kebersihan nyatanya membuahkan hasil. Pasalnya, Pemkab Situbondo berhasil meraih penghargaan Adipura belum lama ini. "Kan ini nyata kerja keras yang dilakukan oleh petugas kebersihan. Kalau tidak ada mereka, daerah tidak akan bisa meraih penghargaan Adipura," ungkapnya.
Janur menilai, pemerintah harus kembali memberikan perhatian lebih. Dengan cara menambah fasilitas yang sempat didapatkan sebelumnya. "Ayo pemerintah juga harus lebih peduli kepada nasib mereka. Pekerjaan yang mereka lakukan tidak mudah. Karena setiap harinya berkecimpung dengan sampah. Hal itu berpengaruh terhadap kesehatannya," harapnya. (wan/pri) Editor : Muhammad Khoirul Rizal