Fathor Rohim, warga Desa Curahjeru, Kecamatan Panji, Situbondo, mengatakan bahwa dirinya merupakan salah satu pengunjung alun-alun yang menjadi korban pencurian. Barang berharga miliknya yang raib diembat maling adalah helm merek INK. ”Bagi saya helm itu berharga. Kalau harganya Rp 600 ribu lebih dan itu baru beli,” ungkap Rohim kepada Jawa Pos Radar Situbondo, Selasa (29/11).
Rohim menceritakan, kejadian itu terjadi Senin (28/11). Saat itu, dia sedang mengikuti acara di alun-alun. Sedangkan sepeda motor milik sekaligus helmnya diletakkan di selatan gazebo alun-alun. Nah, begitu kembali, helm miliknya sudah hilang.
”Begitu helm hilang saya langsung lacak di sekitar gazebo, ternyata ada kamera CCTV. Cuma, begitu saya minta rekamannya ke Dishub gambar pelaku kurang terang karena posisinya terlalu jauh. Saat di-zoom, tampak sepeda motor Yamaha Vixion tanpa nopol,” ucap Rohim.
Kerena bukti yang dikumpulkan kurang kuat, Rohim tidak melaporkan ke aparat penegak hukum. Dia hanya memviralkan rekaman CCTV yang berhasil diambil dari petugas Dishub. Video itu kemudian disebarkan di medsos Facebook dan WhatsApp. Ternyata, banyak orang yang berkomentar bahwa kejadian pencurian di lokasi tersebut sudah sering terjadi.
”Katanya teman-teman di medsos, seminggu ini sudah ada tiga kehilangan, sepeda motor satu, helm dua. Cuma saya yang mau laporan belum punya bukti yang benar-benar lengkap. Kan percuma kalau laporan tanpa ada bukti yang kuat. Tapi saya berusaha mencari CCTV yang lain. Kalau sudah lengkap dan jelas saya pasti laporan,” tegas Rohim.
Dengan adanya kejadian tersebut, Rohim berharap agar pihak terkait yang memiliki wewenang seputar Alun-Alun Situbondo untuk memasang CCTV yang banyak. Sebab, alun-alun merupakan tempat orang berkumpul dan senang-senang. ”Saya berharap CCTV ditambah. Kasihan bagi pengunjung yang pergi ke sini (Alun-Alun Situbondo, Red) cari hiburan, pulangnya malah kecewa,” pungkasnya. (hum/pri/c1) Editor : Muhammad Khoirul Rizal