Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Gardu Listrik Jalur Paiton - Bali Dijaga Ketat

Edy Supriyono • Jumat, 18 November 2022 | 18:04 WIB
LAKUKAN PENAGAMANAN: Tim Sabhara bersama petugas PLN, melakukan penjagaan di gardu induk di Dusun Cappore, Kecamatan Panji, Rabu (16/11). (HUMAIDI/JPRS)
LAKUKAN PENAGAMANAN: Tim Sabhara bersama petugas PLN, melakukan penjagaan di gardu induk di Dusun Cappore, Kecamatan Panji, Rabu (16/11). (HUMAIDI/JPRS)
SITUBONDO, Jawa Pos Radar Situbondo – Tim Sabhara Polres Situbondo melakukan penjagaan ketat di sejumlah saluran udara tegangan tinggi (SUTT) di wilayah Kota Santri. Langkah ini sebagai salah satu upaya melancarkan pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali.

Informasi yang diterima koran ini,  aliran listrik Paiton- Situbondo tersambung langsung ke Bali dan menyuplai kebutuhan listrik G.20. Sehingga, penjagaan di masing-masing gardu dilakukan super ketat untuk mengantisipasi terjadinya korsleting listrik.

“Kami dapat intruksi dari Kapolda untuk melakukan pengamanan yang berkaitan dengan berlangsungnya KTT G20. Sehingga, sangat perlu dilakukan keandalan pengamanan di setiap gardu listrik,” tegas Kasat Samapta Polres Situbondo, AKP Sugeng Winarno.

Dikatakan Sugeng, jauh sebelum acara KTT G20 berlasung di Bali, pihaknya sering melihat banyak warga bermain layangan dan berdekatan dengan gardu. Selain itu banyak di jalan pantura senar layangan melilit ke jalan dan bergelantungan di kabel listrik.

“Di sejumlah gardu induk Situbondo juga sering dijadikan ajang permainan layangan oleh warga. Tentu permainan tersebut akan menjadi kendala terhadap kelancaran tenaga listrik. Khususnya kabel dengan jalur Paiton Bali,” tegas Sugeng.

Kata Sugeng, persoalan warga yang sering bermain di area gardu cukup sulit  diatur. Meskipun sudah diberikan imbauan tetap saja ada yang bermain di dekat gardu. Sehingga puluhan anggota dibagi di sejumlah titik untuk melakukan pengamanan hingga KTT G20 selesai.

“Saluran listrik yang memiliki tergangan tinggi dan harus dilakukan pengamanan adalah di Kapongan, Panji,  dan Kendit. Saat ini (kemarin) anggota kami stand by di lokasi rawan tersebut,” ucap Sugeng.

Masih kata Sugeng, dampak senar layangan begitu menyentuh kabel listrik, cukup berbahaya bagi kelancaran aliran listrik. Tak jarang, banyak korsleting listrik diakibtakan oleh senar layangan. Dan senar layangan mampu membuat kabel listrik terluka.

“Jika benang itu menempel ke kebel, kulit kabel akan terluka dan menyebabkan korsnleting listrik. Jika kabel listrik terluka, lalu disinggahi hewan, besar kemungkinan gardu meledak dan terbakar. Dan kasus ini sering terjadi,” katanya.

Asisten Manager PLN Situbondo, Wiyarta  mengatakan, pihaknya melakukan koordinasi dengan anggota polres agar dibantu melakukan pengamanan. Sebab jika pemain layangan dibiarakan begitu saja akan menimbulkan dampak buruk terhadap PLN dan kepada pengguna listrik.

“Biasanya, kebel listrik akan putus ketika pemain layangan menggunakan kawat untuk mengejar layangan putus. Hal itu sangat membayakan bagi pengejar layangan sendiri. Khawatir ketika kabel putus sengatan listrik malah menyambar pengejar layangan,” ucap Wiyarta.

Kata dia, banyaknya pemain layangan yang dekat dengan aliran tengan listrik, bakal berdampak kepada wilayah terdekat arus listrik. Salah satu contoh aliran listrik kadang mati gara-gara kabel listrik putus. “Jika kabel sudah putus, pembenahan kabel membutuhkan waktu untuk recovery.  PLN juga bakal kehilangan kesempatan untuk menjual KWH kepada masyarakat sekitar. Sehingga PLN akan mengalami kerugian ,” pungkas Wiyarta. (hum/pri) Editor : Muhammad Khoirul Rizal
#Gardu Listrik #bali #Pengamanan Listrik #ktt g20