Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Bondowoso Kerap Hujan, Warga Pelataran Sungai Sampean Baru Diminta Waspada

Edy Supriyono • Rabu, 12 Oktober 2022 | 16:02 WIB
MULAI SURUT: Warna biru yang tampak dipermukaan menandakan kondisi aliran air normal di Dam Pintu Lima, Desa Kotakan, Kecamatan Situbondo, Minggu (9/10). Sebelumnya, debit air di area ini sempat naik. (Iwan Feriyanto/Radar Situbondo)
MULAI SURUT: Warna biru yang tampak dipermukaan menandakan kondisi aliran air normal di Dam Pintu Lima, Desa Kotakan, Kecamatan Situbondo, Minggu (9/10). Sebelumnya, debit air di area ini sempat naik. (Iwan Feriyanto/Radar Situbondo)
SITUBONDO, Jawa Pos Radar Situbondo – Penduduk di pelataran sungai Sampean Baru diminta untuk mewaspadai naiknya debit air. Khususnya warga di Desa Kalibagor, Desa Siliwung, Dawuhan, Desa Sumberkolak dan Panarukan, Situbondo. Pasalnya, kondisinya air sungai sempat naik pada hari Kamis malam (6/10) lalu berpotensi akan kembali terjadi.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan di BPBD Situbondo, Gatot Trikorawan mengatakan, kondisi naiknya air aliran sungai Sampean bisa saja kembali terjadi sewaktu-waktu. Ini karena curah hujan di Kabupaten Bondowoso yang cukup intens.

“Meski di Kabupaten Situbondo sangat jarang hujan, tetapi di Bondowoso yang menjadi hulu Sungai Sampean sering hujan. Itu mempengaruhi kondisi sungai kita. Jadi, seaktu-waktu debit air tiba-tiba naik,” ujarnya.

Gatot mengaku, pemerintah sebetulnya sudah memasang alat pendeteksi dini untuk mengetahui situasi air sungai di Situbondo. Yakni di area Dam Pintu Lima Desa Kotakan, Kecamatan Situbondo. “Early Warning System (deteksi air naik) di Dam Pintu Lima sudah lama dipasang. Ketika debit air naik, akan mengeluarkan suara peringatan jika sampai warna kuning. Tetapi warga harus lebih intens untuk mengawasi naiknya air sungai. Khawatir tiba-tiba naik, warga belum ada persiapan,” kata dia.

Dia mencontohkan, pada kamis malam lalu, cuaca di Situbondo stabil. Meski hujan hanya saja tidak lama. Tetapi, kondisi debit air Sungai Sampean naik. Penyebabnya di Bondowoso hujan deras. “Kalau di Bondowoso pas hujan, pintu air bendungan Sampean Baru dinaikkan. Ketika pintunya dibuka, air yang mengalir otomatis deras. Jadi warga di pelataran sungai harus waspada saat debit air mulai naik,” jelasnya.

Kata dia, beruntungnya debit air yang tiba-tiba naik, bisa cepat turun. Sehingga, tidak sampai merusak jembatan limpas yang menjadi penghubung antara Desa Kotakan dengan Desa Siliwung. “Alhamdulillah jembatan limpas penghubung desa ini tidak rusak. hari Jumat pagi, kami BPBD bersama Dinas PUPP meninjau langsung untuk mengetahui kondisi jembatan,” ucapnya.

Di lokasi jembatan limpas, menurutnya, petugas mengangkat sejumlah sampah yang menumpuk. Terutama kayu ukuran besar yang diperkirakan berasal dari hutan. “Untuk kayu yang ukurannya besar-besar itu, kami angkat ke permukaan dengan menggunakan alat berat. Sedangkan sampah kecil seperti daun dan ranting pohon dibiarkan mengalir terbawa arus,” jelasnya.

Gatot menambahkan, tidak ada kerusakan signifikan pada jembatan tersebut. Masyarakat masih bisa melintasi dengan aman. “Saat air naik itu kami minta masyarakat tidak melewati jembatan tersebut. Karena kami juga belum memastikan, jembatan itu aman atau tidak,” pungkasnya. (wan/pri) Editor : Muhammad Khoirul Rizal
#debit air #Sungai Sampean #hujan deras