Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Lokalisasi Berkedok Karaoke di Gunung Sampan Tetap Beroperasi

Edy Supriyono • Rabu, 12 Oktober 2022 | 13:06 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi
JAWA POS RADAR SITUBONDO – Bisnis prostitusi atau biasa disebut bisnis esek-esek seperti tidak ada matinya. Meskipun kerap kali dilarang, dan juga ditindak oleh institusi terkait, nyatanya bisnis ini terus beroperasi dengan berkedok rumah karaoke yang menyediakan wanita panggilan. Salah satunya di eks Lokalisasi Gunung Sampan, Desa Kotakan, Kecamatan/Kota Situbondo.

Bukan rahasia lagi ketika warga Situbondo mendengar nama Gunung Sampan. Ketika pengendara roda maupun roda empat yang pergi dari Situbondo ke arah Bondowoso pasti melintas di lokalisasi tersebut. Di situ, tepat di kanan jalan berdiri tegak satu papan besar dengan tulisan awas HIV/AIDS .

Begitu masuk ke dalam apalagi waktu malam, tampak parkir sepeda motor dan truk besar yang ditata rapi. Di situ, lelaki hidung belang bisa masuk dari gerbang dan berjalan kaki sambil lalu melihat kiri-kanan banyak perempuan yang memakai baju seksi. Perempuan dengan pakaian ketat sudah menunggu di depan warung yang memanjang.

Tak jarang, setiap lelaki yang lewat bakal mendapatkan sapaan manja agar mampir ke warung nya. Mereka menawarkan kopi dan minuman. Bahkan, ada yang langsung mengajak main (hubungan badan). Di lokasi tersebut Puluhan rumah-rumah karaoke berjajar menjajakan wanita-wanita berpakaian seksi demi menarik pria hidung belang.

Para Pekerja Seks Komersial (PSK) rata-rata berasal dari kota tetangga. Seperti Probolinggo, Pasuruan, Bondowoso, Jember dan masih banyak dari kota besar yang ada di Indonesia. "Kebanyakan para PSK di sini (Gunung Sampan) berasal dari Bondowoso, Jember, Probolinggo, Lumajang dan kota lainnya," ujar Melati nama samaran salah satu PSK di eks lokalisasi gunung sampan, dini hari (9/10) kemarin.

Di tempat yang penuh dengan lampu kode itu, banyak mucikari memberikan tarif minuman yang fantastis. Minuman dipatok  mulai dari harga Rp 60 ribu perbotol hingga Rp 85 ribu. Untuk tarif musik yang digunakan dalam ruang karaoke Rp 150 ribu. Sedangkan pemandu karaoke atau yang dikenal dengan Lady Companion (LC) memberikan tarif Rp 100 ribu perorang.

Bahkan tak jarang para pria hidung belang berani mengeluarkan budget hingga Rp 5 juta hanya untuk karaoke dan juga berhubungan badan di dalam satu kamar. Untuk tarif perempuannya juga bervariasi. Mulai Rp 80 hingga yang paling mahal Rp 300 ribu. Harga tersebut disesuaikan dengan keadaan fisik perempuan yang akan melayani. Tetapi kalau di luar Gunung Sampan, tepatnya di pinggir jalan raya rata-rata tarif untuk berhubungan badan cukup membayar Rp 100 ribu ke bawah.

Di sisi lain, eks lokalisasi Gunung Sampan juga menjadi tempat perjudian yang dihuni oleh bandar-bandar judi, terbukti pada Kamis (22/9/2022) pukul 01.00 wib dini hari, satu bandar judi cap jie kie berhasil diringkus oleh jajaran anggota Satreskrim Polres Situbondo di eks lokalisasi Gunung Sampan Desa Kotakan.

Kasi Operasional Satpol PP Situbondo mengatakan, ada beberapa titik lokalisasi yang berada di Kota Santri Situbondo. Semuanya masih aktif dan terus beroperasi. "Di eks lokalisasi Gunung Sampan Desa Kotakan, di belakang kantor Desa Kotakan, lokalisasi Bandengan Panarukan dan Rajawali wilayah barat Situbondo," Jelas Kasi Operasional, Busa

Kata Busa, Satpol PP sudah berupaya memberikan program humanis dengan pengajian selawat dan himbauan agar PSK berhenti dari pekerjaannya.  Pihaknya juga sudah bekerja sama dengan pabrik rokok dan udang Probolinggo. “Kami sudah menawarkan kepada semua PSK untuk berhenti bekerja jadi penjual harga diri, dan bisa masuk di pabrik udang maupun pabrik rokok," pungkas Busa. (hum/pri) Editor : Muhammad Khoirul Rizal
#Lokalisasi Terselubung #Gunung Sampan #karaoke