Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Tenggelam, BPBD Belum Pastikan Jembatan Limpas di Siliwung Putus

Edy Supriyono • Minggu, 9 Oktober 2022 | 19:07 WIB
DIKABARKAN PUTUS: Jembatan limpas Siliwung menarik perhatian pengendara motor, Desa Sliwung, Kecamatan Panji, Kamis (6/10). (Iwan Feriyanto/Radar Situbondo)
DIKABARKAN PUTUS: Jembatan limpas Siliwung menarik perhatian pengendara motor, Desa Sliwung, Kecamatan Panji, Kamis (6/10). (Iwan Feriyanto/Radar Situbondo)
SITUBONDO, Jawa Pos Radar Situbondo – Jembatan limpas di Desa Sliwung, Kecamatan Panji, Situbondo, diduga putus akibat hantaman kayu gelondongan yang terbawa banjir. Kondisi jembatan yang rusak itu menjadi tontonan warga.

Salah satu warga Desa Kotakan, Kecamatan Situbondo, Imam menjelaskan, saat kejadian kondisi air di sungai tersebut cukup besar. Sebab, di Situbondo maupun Bondowoso turun hujan lebat. “Sekitar pukul 13.00 WIB, Situbondo dilanda hujan deras, di Bondowoso juga hujan. Lambat laun, air di sungai mulai bertambah ketinggiannya. Sekitar Pukul 16.00 WIB, ketinggian air di atas jembatan sekitar 60 centimeter,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Situbondo, Kamis (6/10).

Menurutnya, beberapa waktu kemudian, warga di sekitar sungai mendengar suara gemuruh. Mereka penasaran. Setelah diselidiki, diduga salah satu bagian jembatan limpas putus. “Kondisinya hujan, warga sedang santai duduk. Kok tiba-tiba ada bunyi gemuruh. Kami langsung mendatangi mencari asal suara, ternyata asal suaranya itu dari jembatan limpas yang saat ini kemungkinan putus,” ungkapnya.

Imam mengaku, ada pengendara motor yang sempat tetap ingin melintasi jembatan tersebut. “Yang kemungkinan putus itu kan di sebelah timur. Salah satu pengendara motor dari arah yang sama menyeberang. Kami yang ada di sebelah barat hanya bisa teriak-teriak melarangnya. Untung suara kami didengar, kalau tidak bisa nyemplung ke sungai,” ungkapnya.

Dia mengatakan, akibat peristiwa tersebut, dia kemudian menghubungi sejumlah pihak agar jembatan pengendara tidak melewati jembatan limpas. Kepolisian dan TNI datang ke lokasi. Mereka mengamankan jalan supaya tidak dilewati warga.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Situbondo, Zainul Arifin mengatakan, kondisi jembatan yang dikabarkan putus masih di cek kebenarannya ke kelapangan. Petugas BPBD turun untuk mengetahui kebenaran informasi tersebut. “Iya mas sudah dengar kalau informasinya jembatan Siliwung putus. Itu sudah ditinjau oleh petugas dari BPBD. Tapi kami belum tahu, apakah beneran putus jembatannya atau hanya rusak biasa,” ucapnya.

Selain itu, Zainul menjelaskan, kondisi aliran Sungai Siliwung besar karena pengaruh dari Bondowoso. Beberapa hari daerah tersebut sering turun hujan. “Bondowoso hampir setiap hari hujan. Dampaknya debit air di Sungai Sampean Baru bertambah. Petugas kemudian menaikkan penutup air setinggi 50 centimeter. Maka sungai kita akhirnya naik juga airnya,” pungkasnya. (wan/pri) Editor : Muhammad Khoirul Rizal
#banjir #air bah #jembatan limpas #Siliwung