Insiden kebakaran terjadi sekitar pukul 22.27. Suasana sangat menegangkan. Sebab, saat kejadian semua penumpang yang hendak ke Bali tersebut, rata-rata sudah tertidur pulas. Beruntung teriakan dari pengendara motor yang melihat percikan api di bus bagian belakang, terdengar oleh sopir bus, Gusti Nyoman Suarta, 52, warga Tabanan, Bali.
Mendengar teriakan pengendara motor, sang sopir langsung melihat ke belakang melalui spions. Saat itulah sopir bus melihat kepulan asap dari bagian bagasi belakang. Dia sangat terkejut. Nyoman Suarta pun langsung menggiring laju bus ke arah kiri dan berusaha membangunkan semua penumpang agar secepatnya turun bus.
Saat itu, sopir juga belum mengetahui apa yang terjadi. Yang difikirkan hanyalah keselamatan penumpang. “Api baru besar setelah penumpang turun dari bus. Dan bus juga berhasil parkir di pinggir jalan,” ungkap Kanitlaka Polres Situbondo Ipda Kadek Yasa.
Menurutnya, 17 penumpang juga berhasil mengevakuasi barang-berang berharga dari dalam bus. Sehingga mereka tidak sampai mengalami kerugian. kerugian yang dialami oleh belasan penumpang hanyalah waktu yang terbuang. “Penumpang selamat, semua barangnya juga berhasil diselamatkan. Untuk kerugian bus bisa sampai Rp 200 juta lebih,” ucap Kadek.
Kata Kadek, kebakaran terjadi diduga akibat korsleting listrik di bagian mesin bus bagian belakang. Sehingga, menjalar ke semua kabel dan akhirnya mengenai jalur BBM. Setelah ada kebocoran BBM itulah api semakin membesar lalu meledak dan merembet ke dalam bus. “Kebakaran berhasil dipadamkan setelah tiga unit kendaraan Damkar melakukan pemadaman. Itupun pada saat pemadam datang, kodisi api sudah sangat besar,” tutur kadek Kadek.
Lebih dari itu, tambah Kadek, setelah api berhasil dipadamkan, semua penumpang langsung dioper ke bus yang sama. Dan mereka langsung melanjutkan perjalanan ke Bali. Sang sopir juga ikut melanjutkan perjalanan ke Bali. “Yang ada di Situbondo tinggal bangkai busnya,” Pungkas Kadek. (hum/pri) Editor : Muhammad Khoirul Rizal