Ubaidillah warga kabupaten Situbondo mengatakan, dirinya rela antre di SPBU setelah mendengar informasi naiknya harga BBM. Dia berniat untuk mengisi full mobilnya sebelum harga BBM naik. "Yang beli banyak, saya harus antre, untuk beli pertalite. Kan kabarnya mau naik. Makanya saya rela menunggu," ungkap Ubai.
Menurutnya, mengantre di SPBU Karangasem memakan waktu yang cukup lama. Dia menunggu dari pukul 19.30, dan baru keluar dari pom sekitar pukul 20.40. "Yang antre hanya yang mengisi pertalite, kalau yang pertamak sepi. Kan orang memang jarang mau beli Pertamax," imbuh Ubay.
Kata dia, yang membuat antrian begitu panjang karena banyak tengkulak yang mengisi. Kemungkinan mereka ingin hasil lebih. Sebab pada pukul 00.00 ada informasi BBM akan naik.
"Saya melihat banyak tengkulak yang keluar masuk. Mungkin dia mau hasil banyak. Jangankan tengkulak saya saja yang tidak jualan bensin masih rela antri," ucapnya.
Andi Dwi Setiawan, warga Kecamatan Kapongan yang sering membeli BBM di SPBU dengan jumlah yang banyak juga menyampaikan hal yang sama. Bahwa antrean di SPBU Kapongan juga cukup banyak.
"Saya rasa sudah biasa, kalau ada informasi BBM akan naik, sebelum naik pasti banyak orang yang rela antri," cetusnya.
Lebih dari itu, kata Andi sejumlah tengkulak yang sering mengambil di pom Kapongan tidak mengalami kesulitan. Seperti adanya pengurangan BBM dan semacamnya.
"Kalau antrean memang panjang, cuman untuk pembelian pertalite dan solar lancar," tegas Andi.
Kepala Diskoperindag kabupaten Situbondo, Nugroho belum bisa dikonfirmasi. Pada saat di telephone berkali-kali tidak diangkat. Padahal begitu di chat melalui pesan WhatsApp centang dua. (hum/pri) Editor : Muhammad Khoirul Rizal