Warga Dusun Sambian, Desa/Kecamatan Bungatan tersebut awalnya menjual cincin ke toko emas. Di toko itu dia ada dua perempuan. Namun, Rahmawati tidak terlalu menghiraukan siapa dua perempuan tersebut. Begitu selesai menjual cincin, dia langsung meninggalkan tempat. Rahmawati tidak sadar jika hand phonenya ketinggalan.
“Saya benar- benar lupa dengan HP saya, dan saya baru ingat setelah saya ada di pasar untuk berbelanja kebutuhan dapur. Begitu saya kembali ke toko emas, ternyata HP saya sudah tidak ada, dan penjaga juga tidak tahu. Untungnya dicek di CCTV, pencurinya ketahuan,” ungkap Rahmawati, pada koran ini.
Kata dia, begitu dapat rekaman tersebut, dia tidak serta merta menyebarkan di Medsos. Sebab, wajah dua perempuan yang belum diketahui identitasnya itu sangat jelas dalam rekaman CCTV. Jika ditayangkan di medsos, maka akan sangat memalukan. Dia mencoba untuk menghubungi HP-nya. Namun Sayang, sudah tidak bisa dihubungi. Diduga sudah dimatikan oleh salah satu perempuan tersebut.
“Sebenarnya, saya tidak tega mau menyebarkan video itu ke medsos. Tapi, begitu HP milik saya dihubungi sudah tidak aktif. Kan berarti sudah dimatikan. Padahal waktu saya pegang, HP saya masih hidup dan baterainya juga banyak. Tidak mungkin kalau drop,” imbuh Rahmawati.
Menurutnya, selain menyebarkan di medsos, dia juga melaporkan ke Mapolsek Bungatan. Tujuannya, agar dilakukan penindakan secara hukum terhadap pelaku. Sehingga, tidak terbiasa mengambil sesuatu yang bukan miliknya. Jika ada itikad baik dari pelaku dengan mengembalikan HP, maka Rahmawati mengaku akan menerima secara kekeluargaan. Dengan satu syarat, isi HP masih utuh.
“Semisal pelaku mengembalikan HP itu, pasti saya maafkan. Saya bersedia menyelesaikan secara kekeluargaan. Tetapi, syaratnya HP itu masih utuh tanpa dirusak. Kalau sudah dirusak, kan sudah jelas ada unsur kesengajaan. Pelaku sudah tidak peduli dengan penderitaan orang lain,” tegas Rahmawati.
Kapolsek Bungatan Iptu Sukamto, membenarkan peristiwa tersebut. Dia mengaku sudah melakukan olah TKP. Selanjutnya, melakukan koordinasi dengan Tim Resmob wilayah barat. Polisi akan memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangan. “Yang dicuri cuma satu unit HP merk Oppo A16 warna biru. Kalau beli Rp 1,6 juta. Intinya kasusnya sudah kami tangani,” pungkas Iptu Sukamto. (hum/pri) Editor : Muhammad Khoirul Rizal