SITUBONDO, Jawa Pos Radar Situbondo - Cukup banyaknya anak-anak yang mengejar layangan putus di sepanjang Jalan Raya PB Sudirman, Kelurahan Patokan, Kecamatan/Kota Situbondo, dikeluhkan warga. Sebab, mereka sering melintas di jalan raya tanpa memperhatikan kendaraan yang melintas. Hanya fokus pada layangan yang dikejar.
Arifin, warga Kelurahan Patokan menyebutkan, melintas di jalan raya bagi anak-anak yang belum mengetahui resiko, sangat berbahaya. Sehingga, sangat bahaya kalau dibiarkan begitu saja. Apalagi sering menyeberang di jalan raya yang dipadati oleh lalu lalang kendaraan bermotor. Resikonya sangat tinggi. Utamanya bagi keselamatan mereka.
“Anak-anak yang sering mengejar, adalah mereka yang masih duduk di bangku SD. Mereka masih tidak tahu dengan resiko. Yang ada dalam pikiran mereka hanya fokus mengejar layangan,” ujar Aripin.
Menurutnya, pihak terkait harus melakukan penindakatan terhadap anak-anak tersebut, sebelum terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Terutama bagi orang tua harus lebih ketat menjaga anaknya yang sering keluar bermain dengan teman sebayanya. Sebab, kalau sudah ada kontrol dari orang tua, anak-anak tersebut pasti berhenti.
“Harus ada penindakan dari pihak terkait, entah itu Satpol PP, atau petugas Lalulintas Polres Situbondo. Setidaknya dengan adanya gertakan mereka itu bisa jera dan tidak melakukan perbuatan yang berbahaya,” imbuh Aripin.
Dia menambahkan, anak-anak yang suka mengejar layangan, biasanya keluar saat sore hari. sedangkan saat itu, pengendara sepeda motor dan pengendara mobil juga banyak. Sebab, banyak yang baru pulang bekerja, ataupun orang yang mau berbelanja.
“Anak-anak itu kalau sudah ada layangan putus fokus melihat ke atas. Kalau urusan kaki mau menginjak apa sudah tidak terfikirkan. Yang ada dalam pikiran mereka yang terpenting dapat layangan,” ujarnya.
Aripin mengaku sempat melihat anak-anak yang mengejar layangan hampir ditabrak sepeda motor. Sehingga, pengendara turun dan memarahinya. Sayangnya, kalau anak kecil dibentak-bentak untuk tidak bermain di jalan, keesokan harinya pasti bermain lagi.
“Alam mereka memang bermain, tetapi kalau sampai mengejar dan menyeberang jalan raya harus dicegah dan di larang,” jelas Aripin.
Yaygo, salah satu bocah yang dijumpai koran ini mengaku, hanya mengisi waktu kosong untuk bermain layangan. Itu dilakukan sebagai hiburan dari pada bermain game terus di dalam kamarnya.
“Saya sebenarnya tidak suka ngejar layangan, tapi ikut teman saja. Dari pada di kamar terus tidak ada temannya,” pungkas Yaygo. (hum/pri)