Salah satu warga setempat, Saipul Basri mengatakan, banjir rob sering terjadi pada saat kondisi angin kencang. Puluhan rumah warga terdampak dan meninggalkan sampah setelah air laut surut. “Sampah ini gara-gara air laut pasang, akibatnya sering kali terjadi banjir. Jadi sampahnya itu terbawa air ke pemukiman warga,” ucap Saipul Basri, Kamis (16/6) kemarin.
Pria 47 tahun itu mengatakan, akibat sampah yang menumpuk, beberapa saat kemudian akan mengeluarkan bau tidak sedap. “Kalau sudah menumpuk itu dan tidak segera diatasi, sudah pasti akan diikuti bau tidak sedap,” ungkapnya.
Saipul menyebutkan, salah satu cara yang bisa dilakukan warga untuk mengatasi tumpukan sampah itu, adalah dengan cara membakar. “Agar juga tidak menyebabkan penyakit, sampahnya kami bakar,” jelasnya.
Dia menambahkan, banjir rob terjadi sekitar pukul 09.00 WIB disertai angin kencang. Selain itu, kondisi air laut juga terus naik. “Sebelum banjir, air laut itu sedikit demi sedikit pasang. Beberapa jam kemudian kondisi anginnya terus kencang serta ombak air laut semakin tinggi,” ungkapnya.
Kata dia, ketinggian ombak mencapai tiga meter. Sehingga mengakibatkan puluhan rumah warga terdampak. “Sekitar puluhan rumah saat ini terdampak banjir rob. Beruntungnya air laut cepat surut,” imbuhnya.
Sementara itu, Koordinator Lapangan BPBD, Puriyono mengatakan, peristiwa banjir rob terjadi di tiga tempat. Yakni Kecamatan Besuki, Kecamatan Kapongan dan Kecamatan Banyuputih. “Karena kondisi air laut pasang disertai angin kencang, mengakibatkan banjir rob,” ucapnya.
Pria yang akrab disapa Ipung itu menjelaskan, kondisi terparah yang terdampak banjir rob di Kecamatan Banyuputih. Sedangkan di tempat lain hanya beberapa rumah warga yang rusak. “Banjir rob di Kecamatan Banyuputih puluhan rumah warga rusak berat. Selain itu beberapa perahu nelayan rusak, dan menyebabkan rumah warga tergenang,” jelasnya.
Ipung meminta, warga yang berada di sekitar pesisir pantai untuk selalu hati-hati. Sebab, kondisi cuaca yang ekstrim dimungkinkan masih akan terjadi. “Akhir-akhir ini sering terjadi hujan dan angin kencang. Maka harus lebih waspada,” pungkasnya. (wan/pri) Editor : Muhammad Khoirul Rizal