Koordinator Pusdalops BPBD Kabupaten Situbondo, Puriyono menyebutkan, banjir rob terjadi sekitar pukul 09.00 Wib. Waktu itu keadaan tidak hujan. Hanya saja angin dari laut cukup kencang. “Untuk banjir rob yang menimpa warga Pesisir cukup besar, gelombang air laut mencapai kurang lebih tiga meter. Jadi tidak heran kalau banyak rumah warga yang kemasukan air dan banyak rumah yang rusak,” ungkap Puriyono.
Menurutnya, ketinggian air yang masuk ke halaman maupun rumah warga, bervariasi. Antara 30 - 40 centimeter. Sedangkan yang masuk ke rumah warga mencapai 20 sentimeter. “Tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam kejadian tersebut. Hanya beberapa rumah warga yang kemasukan air laut,” imbuh Puriyono.
Dia menjelaskan, dari sekian rumah yang terdampak, di dusun Pesisir dan laok Bindung yang paling banyak. Rata rata kemasukan air. Sehingga, kalau dihitung secara keseluruhan ada sekitar 74 rumah yang terdampak.
“Rumah yang rusak parah ada satu, yaitu milik Syaiful, kerugian Rp 10 juta. Yang rusak ringan ada dua yaitu milik pak Sanu (61), kerugian Rp 9 juta, dan milik ibu Sini (70) kerugiannya mencapai Rp 7 juta,” jelasnnya.
Pantauan koran ini, banjir rob bukan hanya merusak rumah. Tetapi juga bangunan tangkis yang di pasang untuk menahan ombak, juga hancur disapu. Panjang tangkus delapan meter. Membujur dari arah barat ke timur.
Lukman Hariri, salah satu warga menerangkan, ombak yang datang tidak seperti biasanya. Sangat besar. Sehingga, banyak warga setempat yang harus mengungsi karena takut ada banjir susulan lebih besar. “Banjir kali ini lebih besar dari tahun lalu. Tahun ini cukup parah, jadi banyak warga yang harus ngungsi. Yang ditakutkan kalau warga sedang tidur lalu datang ombak. Jadi mendingan ngungsi sementara,” pungkasnya. (hum/pri) Editor : Muhammad Khoirul Rizal