Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Terkuak, Sebelum Dibunuh, Sopir Asal NTB Dirampok Saat Bawa Bawang 21 Ton

Edy Supriyono • Kamis, 16 Juni 2022 | 16:06 WIB
BARANG BUKTI: Truk Fuso yang dikemudikan Samsul warga Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok, dievakuasi ke halaman belakang Mapolres Situbondo, Selasa (14/6). (Humaidi/Radar Situbondo)
BARANG BUKTI: Truk Fuso yang dikemudikan Samsul warga Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok, dievakuasi ke halaman belakang Mapolres Situbondo, Selasa (14/6). (Humaidi/Radar Situbondo)
RADAR SITUBONDO - Penyidik Polres Situbondo mulai menemukan titik terang  teka-teki kematian Samsul warga Lombok yang mayatnya ditemukan terkapar di pinggir Jalan Pantura Situbondo. Diduga kuat, saat kejadian Samsul sedang menyopiri truk Fuso bermuatan jagung seberat 21 ton. Dia tewas setelah sebelumnya dirampok.

Kasatreskrim Polres Situbondo, AKP Dhedhi Ardi, menyebutkan pihaknya sudah menemukan truk fuso yang dibawa kabur pelaku perampokan. Truk Nopol GR 8911 AG  itu ditemukan di Kabupaten Probolinggo. Polisi  sudah mengamankan truk tersebut ke halaman belakang Mapolres Situbondo, Selasa (14/6).

Truk fuso itu sampai di mapolres sekitar pukul 04.00 WIB. "Kami menjemput truk ke Kabupaten Probolinggo. Hanya saja muatan jagung yang banyak, itu sudah tidak ada. Truk ditemukan dalam posisi terparkir dan bak belakang tertutup terpal. Kami juga tidak menemukan dompet milik korban,” jelas Kasat Reskrim.

AKP Dhedhi menyebutkan, polisi  segera melakukan pemanggilan terhadap beberapa saksi yang berkaitan dengan kasus tersebut. Selanjutnya, tim penyidik akan mencari bekas sidik jari yang tertempel di truk.

“Siapa tahu ada sidik jari pelaku yang masih melekat di dalam truk maupun di bagian truk lainnya. Doakan saja agar proses penyelidikan yang kami lakukan berjalan dengan lancar, dan pelaku bisa kami temukan. Tentunya ada banyak pihak yang membantu proses penyelidikan ini," imbuh Dhedi Ardi.

Kasat Reskrim memberitahukan hasil otopsi dari tim medis RSUD dr Abdoer Rahem Situbondo. Hasilnya menerangkan, penyebab kematian korban akibat saluran nafas dan saluran urat nadi sebelah kanan dan kiri korban tersumbat. Jadi tidak heran kalau muka korban ungu dan hitam.

“Kami belum bisa memastikan, tetapi berdasarkan jeratan yang ada di leher korban dugaan sementara korban adalah korban perampokan yang dibunuh dengan cara di ikat lehernya," jelas AKP Dhedhi Ardi.

Samsuddin, orang tua  korban yang datang sendirian dari lombok ke Mapolres Situbondo, mengaku sangat kaget mendengar anaknya meninggal dunia. Dia mendapatkan kabar suka itu via dari anggota Polres Situbondo.

"Saya datang ke sini hanya ingin membawa anak saya untuk di makamkan. Saya hanya meminta surat keterangan dari polisi agar anak saya cepat di bawa pulang," pungkas Samsuddin dengan nada lirih.

Sekedar diketahui, Samsul warga Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Tengah, NTB, ditemukan tewas di pinggir jalan raya Desa Selomukti, Kecamatan Mlandingan, Situbondo, Senin lalu (13/6). (hum/pri) Editor : Muhammad Khoirul Rizal
#Sopir NTB #sopir truk #Sopir Dibunuh #sopir meninggal