RADAR SITUBONDO – Ulat bulu membuat resah para pegawai yang ada di kantor Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan kantor Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Situbondo. Selain bersarang di pohon, juga masuk ke ruang kerja.
Kabid Ekonomi Kreatif dan Pengembangan SDM, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Dispora), Medi Wendarta mengatakan, ruangan kantor yang ditempati ulat bulu itu karena terdapat celah. Namun untuk kantor yang tertutup rapat, bersih dari ulat bulu.
“Beruntungnya tidak semua kantor ditempati. Hanya masjid, dan beberapa ruangan yang ada di belakang. Karena ruangan itu ada celah, sehingga ulatnya bisa masuk,” ucap Medi Wendarta, Senin (13/6) kemarin.
Medi mengatakan, belum diketahui asal mula ulat bulu. Namun agar tidak menyebabkan gatal-gatal, petugas BPBD diminta untuk melakukan penyemprotan. “Tidak ada pegawai yang sampek terdampak. Hanya saja karena jumlahnya yang banyak maka geli melihatnya,” ucapnya.
Sementara itu, Koordinator Lapangan BPBD Situbondo, Ipong mengatakan, petugas menerima informasi adanya sarang ulat bulu sejak pagi sekitar 07.00 WIB, dari salah satu pegawai yang ada di Kantor Dispora. Kemudian petugas langsung menuju ke lokasi tersebut. “Untungnya tidak ada pegawai yang terdampak dari adanya ulat bulu,” ucapnya.
Ipong mengatakan, diperkirakan ulat bulu itu sudah ada sejak dua hari yang lalu. Karena sudah memasuki ruangan kantor dengan jumlah yang banyak. “saya kira sudah dua hari munculnya ulat bulu itu. Jumlahnya banyak, kebetulan selama dua hari kantor sedang libur,” ungkapnya.
Kata dia, petugas melakukan penyemprotan terhadap sarang ulat bulu, baik di beberapa pohon maupun ruangan kantor pegawai. “Ulat bulu itu disemprot menggunakan cairan obat serangga. Setelah disemprot, ulat bulunya dibakar,” imbuhnya.
Ipong menyebutkan, asal mula munculnya ulat bulu itu berasal dari sejumlah pohon di sekitar kantor. Rata-rata pohon yang ada merupakan jenis tanaman lunak yang disukai ulat. “Untuk mencegah adanya ulat bulu itu pohonnya perlu untuk disemprot obat serangga. Kemudian saat musim penghujan, diupayakan rating pohon itu ditebang. Khawatirnya pohonnya lebat juga menjadi sarang ulat bulu,” katanya. (wan/pri)