Saat polisi datang sekitar pukul 12.30, di lokasi sabung ayam itu sudah sepi. Di tempat itu, tinggal 13 kurungan ayam, terpal, dan tenda. Semua barang itu, oleh polisi dibakar. “Sampai dilokasi, tidak ada satu orangpun,” terang Kapolsek Bangorejo, AKP Mujiono.
Terbongkarnya arena sabung ayam itu, bermula dari informasi yang diberikan warga. Dalam laporannya warga menyebut di tengah kebun yang jauh dari perumahan penduduk, ada sabung ayam yang diduga kuat dibuat untuk judi. “Dari laporan itu, kita melakukan penyelidikan,” terangnya.
Laporan warga itu ternyata benar. Di tempat itu, diduga banyak orang yang bermain judi sambil sabung ayam. Setelah positif ada sabung ayam, anggotanya turun untuk menggrebek. Tapi saying, mereka sudah kabur semua. “Akses jalan menuju lokasi sulit, mereka lari sebelum kita datang,” dalihnya.
Kapolsek menduga informasi aka nada penggerebekan di arena sabung ayam itu telah bocor. Sehingga, mereka sudah meninggalkan lokasi sebelum rombongan polisi datang. “Penggerebekan ini sudah yang kesekian kalinya, tapi selalu bocor,” katanya.
Saat tiba di lokasi, jelas dia, yang tersisa hanya property yang dibuat untuk sabung ayam seperta kandang ayam dan terpal. Semua barang itu, dibakar. “Tiga kandang ayam kita bawa ke polsek untuk BB (barang bukti), lainnya kita bakar,” cetusnya.
Barang yang dibakar itu, jelas dia, tiga buah terpal, satu tenda, dua buah spons, dan 10 kurungan ayam. Kasus ini, akan terus diselidiki hingga menemukan para pejudi. “Sabung ayam ini telah meresahkan warga sekitar,” ungkapnya. (mg5/abi) Editor : Agus Baihaqi