Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Perang Sarung di Asembagus, Satu Pelaku Terluka

Ali Sodiqin • Selasa, 19 April 2022 | 14:30 WIB
perang-sarung-di-asembagus-satu-pelaku-terluka
perang-sarung-di-asembagus-satu-pelaku-terluka


ASEMBAGUS – Amar Farik Alfero, 19, warga Desa Trigonco, Asembagus, Situbondo, terluka setelah bermain perang sarung bersama teman-temannya di Taman Kota Asembagus, Minggu (17/4) dini hari. Diduga luka yang dialami karena sabetan benda tajam yang diikatkan ke dalam sarung milik temannya.



Kapolsek Asembagus, Iptu Gede Sukarmadiyasa menceritakan tentang kronologis peristiwa. Bermula saat pemuda yang berjumlah 15 orang menunggu waktu sahur di taman kota Asembagus. Beberapa saat kemudian datang kelompok lain yang juga nongkrong di tempat tersebut. Kemudian keduanya mengajak untuk bermain perang dengan menggunakan sarung.



“Perang sarung terjadi setelah ada ajakan terlebih dahulu. Karena kedua belah pihak sama-sama sepakat, maka terjadilah perang sarung yang dilakukan di tengah jalan,” ucap IPTU Gede Sukarmadiyasa, Minggu (17/4).



Gede mengatakan, perang sarung terjadi kurang lebih lima menit. Kemudian korban mundur dari kerumanan tersebut dan berteriak dirinya terluka. “Korban saat terluka mundur ke belakang sambil berteriak kalau dirinya terkena sabetan benda tajam pada bagian pundak kirinya,” ungkapnya.



Mengetahui temannya terluka, korban kemudian dilarikan ke RSUD Asembagus untuk mendapatkan perawatan secara intensif. “Kami masih mendalami kasus tersebut, dan juga mencari bukti penyebab korban terluka.,” jelasnya.



Gede mengaku akan rutin melakukan patroli untuk menghindari peristiwa serupa. Selain itu akan mengajak  kepala desa setempat agar warganya tidak melakukan kegiatan patrol di luar wilayahnya. Ini untuk menghindari perang sarung kembali terjadi. “Jangan sampai perang sarung ini terjadi kembali yang nantinya dapat memicu emosi antar pemuda,” kata Gede. (mg1/pri)


Editor : Ali Sodiqin