Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Meriam Spirtus Marak, Anak-Anak Sudah Bisa Membuat Sendiri

Ali Sodiqin • Sabtu, 9 April 2022 | 00:35 WIB
meriam-spirtus-marak-anak-anak-sudah-bisa-membuat-sendiri
meriam-spirtus-marak-anak-anak-sudah-bisa-membuat-sendiri


SITUBONDO – Hampir di setiap Desa di kabupaten Situbondo ditemukan anak- anak bermain meriam spirtus. Salah satunya di Kelurahan Dawuhan, Kecamatan Kota, Situbondo. Mereka yang bermain kebanyakan membuat sendiri dari paralon bekas dan kaleng bekas.



Zainullah, warga Dawuhan menyebutkan, banyak anak-anak yang suka bermain petasan spirtus. Bahkan jauh sebelum Bulan Ramadan tiba, mereka sudah ada yang melakukannya, meski hanya satu-dua orang saja. Disukai karena bunyinya lumayan keras.



Yang menarik, kata Zainul, saat ini mereka seringkali melakukan panas-panasan antar kelompok.  “Namanya saja juga anak-anak, memang sudah kesukaannya bermain petasan. Kalau dilarang yang ada malah nangis," ungkap Zainul pada koran ini, Rabu (6/4/2022).



Menurutnya, petasan yang dikenal meriam spirtus itu terbuat dari kaleng susu yang sudah tidak terpakai. Ada juga yang menggunakan paralon, yang kemudian dirangkai menggunakan lem tembak lalu dililit dengan solasi. "Yang saya tahu, alat itu meletus ketika diberi spirtus dan tombol yang dibuat dari magnet dipencet," papar Zainul.



Aldo Maulana, bocah 13 tahun mengaku seringkali membuat mainan tersebut. Sebab banyak dari teman-temannya yang meminta dibuatkan. Setelah selesai, dia langsung menjualnya dengan harga yang cukup murah. Yaitu Rp 15 ribu. Kata dia, masih banyak teman-teman lainnya yang membuat sendiri dengan kualitas yang lebih bagus.



"Saya sudah buat lebih dari sepuluh mainan seperti ini. Bahannya saya cari kaleng bekas, dan membeli korek yang ada magnetnya, lalu saya salin ke mainan ini" ujar Aldo sembari menunjukkan mainan yang baru selesai dibuatnya.



Kata Aldo, bermain meriam spirtus itu ada waktu tertentu. Soalnya kalau main di siang hari, dimarahi banyak orang. Sehingga, harus bermain usai Salat Tarawih. "Nanti kalau sudah waktunya, kita mainnya di pinggir sungai, kita adu yang paling nyaring," pungkas Aldo. (hum/pri)


Editor : Ali Sodiqin