SITUBONDO - Wahyono, warga Kecamatan Banyuputih, Situbondo, sukses melakukan budidaya jamur Jenggel di dekat rumahnya. Dalam satu bulan, omzet penjualan dari jamur itu bisa mencapai puluhan juta rupiah.
Wahyono menceritakan, dalam setiap harinya, budidaya jamur yang laku terjual bisa mencapai 20 kilogram dengan harga Rp 900 ribu. Jamur tersebut dijual hingga ke luar kota. "Saat ini masih fokus melayani permintaan pasar di Situbondo dan juga pasar di Banyuwangi. Meskipun untung, namun kami kelelahan dalam melayani permintaan pelanggan," ucap Wahyono, Kamis (24/3/2022).
Lebih lanjut, Pria 42 tahun itu mengatakan, untuk memudahkan pengembangan usaha jamur miliknya, dia juga membuat kelompok tani sejak Bulan Oktober 2021 lalu. Sehingga, mampu memproduksi 20 kilogram jamur dalam tiap harinya. "Satu tempat budidaya jamur luasnya sekitar 50 centimeter kali 4 meter, itu bisa menghasilkan satu kilogram jamur. Saat ini tempat yang disediakan sebanyak 25 tempat. Jadi setiap harinya bisa menghasilkan sekitar 20 kilogram," ungkapnya.
Wahyono mengatakan, untuk menarik pelanggan yang datang, disediakan khusus jamur janggel yang sudah dimasak. Itu sebagai bahan uji coba olahan jamur. "Memang ada yang sudah dimasak jamurnya. Bisa dijadikan taster untuk pembeli yang baru datang. Memang efektif untuk memikat daya tarik pembeli," jelasnya.
Masih kata dia, rasa jamur Janggel berbeda dengan jamur tiram. Jamur Janggel lebih kenyal. "Orang-orang sukanya karena kenyal jamurnya. Karena mereka pasti akan menyampaikan seperti itu kalau ditanya pas pertama kali tasters olahan jamur yang sudah masak," ungkapnya.
Sementara itu, Joko Mulyo Penyuluh TN Baluran mengatakan, pemilik budidaya jamur Janggel sebelumnya sibuk mencari bonsai ke dalam hutan. Karena tidak ada pekerjaan tetap. "Saat itu dia masih sering mengambil bonsai di hutan. Beberapa waktu kemudian saya ajak untuk belajar budidaya jamur jenggel. Dia bersedia menekuini," ucapnya.
Kini omzet hasil penjualannya besar. Sebab, banyak permintaan. "Untuk jumlah nominalnya tidak tahu berapa, cuma pemiliknya bilang kalau kegiatan produksi jamur lebih untung," katanya. (mg1/pri)
Editor : Ali Sodiqin