SITUBONDO - Tidak sampai dua bulan, warga yang meninggal akibat Covid-19 mencapai 13 orang. Itu terhitung sejak awal Bulan Februari hingga Maret. Angka tersebut disampaikan juru bicara satgas Covid-19 Kabupaten Situbondo, Dadang Aris Bintoro.
Dadang mengatakan, warga yang meninggal tersebut tersebar di beberapa kecamatan. Di antaranya, Banyuputih, Banyuglugur, Jangkar, Suboh, Situbondo, Panji, Jatibanteng, Kendit, Mlandingan, Panarukan dan Asembagus. “Setiap kecamatan ada satu orang yang meninggal. Khusus di Kecamatan Panarukan dan Asembagis masing-masing ada dua orang yang meninggal, Keseluruhan ada 13 orang yang meninggal akibat Covid-19,” katanya.
Menurut Dadang, mereka yang meninggal rata-rata adalah usia dewasa. “Untuk sementara belum ada anak-anak yang terkonfirmasi Covid-19 meninggal dunia. Meskipun dalam dua bulan ini klaster penyebaran virus banyak dari anak-anak,” imbuhnya.
Kata Kadis Kominfo Pemkab Situbondo tersebut, selama ini anak-anak yang positif Covid-19, rata-rata, mengalami gejala ringan. Mereka juga cepat pulih dari sakitnya.
Disebutkan, untuk mengantisipasi terjadinya penyebaran covid-19 varian Omicron, satgas kabupaten maupun kecamatan memperkuat rumah sakit dalam segi penanganan Covid-19. Sebab, penyebaran varian Omicron lebih cepat. Namun, tidak seganas Varian Delta.
“Langkah yang kita lakukan adalah memperkuat rumah sakit dan puskesmas di seluruh kecamatan. Caranya, kita mencukupi semua kebutuhan obat yang diperlukan penderita Covid-19,” kata Dadang
Sementara itu, update capaian vaksinasi Covid-19 hingga 8 maret 2022, khusus vaksinani dosis satu sudah hampir mencapai seratus persen. Tepatnya, 81,9 persen. Untuk sisanya adalah mereka yang memiliki penyakit komorbit, yang tidak bisa disuntik vaksin.
Untuk capaian vaksinasi dosis kedua masih 54,3 persen. Hal inilah yang masih terus dikejar agar juga bisa mencapai target. “Untuk mengejar target, tentu semuanya harus bergerak. Dari semua leading sektor, agar mencapai sasaran,” kata Dadang.
Sedangkan capaian vaksinasi ketiga, untuk layanan publik masih di angka 15,3 persen. Tenaga kesehatan masih 105,3 persen. Lansia 2,1 persen, masyarakat umum 2,2 persen. (hum/pri)
Editor : Ali Sodiqin