SITUBONDO - Puluhan pemuda berjalan kaki dari Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Kabupaten Probolinggo, menuju Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo. Itu dilakukan untuk merayakan harlah NU.
Selain itu, mereka mengikuti napak tilas yang sudah pernah dilakukan oleh gurunya, yaitu Kiai Abdul Majid. Mereka memulai perjalanan sejak Selasa malam (8/3/2022) pukul 21.00 WIB. Itu sesuai dengan jumlah bintang yang ada di lambang NU.
Mukhtar, peserta napak tilas mengatakan, target yang sudah ditentukan dalam perjalan tersebut harus segera sampai di titik finish pada Rabu malam pukul 23.00 WIB. Harapannya mereka bisa beristirahat sejenak untuk menghadap kepada pengasuh Pondok Pesantren Sukorejo.
“Yang pasti, harapan besar kami pukul sembilan pagi, kami bisa bertemu langsung dengan Kiai Azaim. Dengan pertemuan itu, sudah cukup memulihakan rasa letih kami dalam melakukan perjalanan,” ungkap Mukhtar.
Menurutnya, dari awal perjalanan yang mereka lakukan masih empat kali beristirahat. Perjalanan yang ditempuh memakan waktu hingga 16 jam. Sedangkan menurut petuah yang sudah terbiasa melakukan napak tilas dari Paiton ke Sukorejo, hanya membutuhkan waktu 24 jam perjalanan. “Karena kami baru pertama kali melakukan perjalan seperti ini, maka spasi yang kami butuhkan adalah dua hari. Mungkin selanjutnya kami akan target 24 jam juga,” imbuhnya.
Kata Mukhtar, meskipun langkah yang sudah dilakukan tidak sama persis dengan yang sudah dilakukan oleh gurunya, namun setidaknya sudah ada usaha untuk mengikuti langkah gurunya. Dengan begitu mereka bisa menikmati apa yang sudah dilakukan sang guru. “Kalau guru kami sering jalan kaki dari Nurul Jadid ke Sukorejo. Setidaknya kami juga pernah melakukan meski pun satu kali. Semoga saja bisa mengulang kembali,” harapnya.
Selain itu, mukhtar menyampaikan, perasaan yang dirasakan selama perjalanan begitu nikmat. Apalagi ketika waktunya beristirahat, berkumpul dan makan bersama dengan beberapa temannya yang ikut jalan kaki. “Pokoknya saya merasakan benar, bagaiamana nikmatnya jalan kaki, dengan niatan meniru jejak sang guru,” pungkas Mukhtar. (hum/pri)
Editor : Ali Sodiqin