Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Lawan Tawon Vespa dengan Perlengkapan Sederhana

Ali Sodiqin • Rabu, 23 Februari 2022 | 13:30 WIB
lawan-tawon-vespa-dengan-perlengkapan-sederhana
lawan-tawon-vespa-dengan-perlengkapan-sederhana


SITUBONDO - Beberapa pekan terakhir, petugas kebakaran (damkar) sering melakukan evakuasi terhadap sarang tawon Vespa di sejumlah tempat di Kota Santri. Sedikitnya, itu sudah dilakukan di sepuluh titik. Yang menarik, petugas Damkar melakukan tindakan tersebut meski dengan keterbatasan perlengkapan yang digunakan.



Koordinator Lapangan (Korlap) Damkar, Imam Busairi mengatakan, selama proses evakuasi, petugas damkar menggunakan kelengkapan pelindung diri yang masih sangat sederhana. "Alat perlengkapan yang kita gunakan masih terbatas. Seperti alat pelindung diri (APD) untuk evakuasi sarang tawon belum tersedia cukup. Jumlah APD yang tersedia hanya empat, baik dari kantor pusat maupun yang ada di cabang Besuki dan Asembagus," ucap Imam Busairi, Minggu (13/2).



Akibat dari minimnya APD, lanjut Imam, proses eksekusi sarang tawon kadang tak berjalan lancar. Bahkan, sebagian petugas tidak jarang harus menjadi korban sengatan Tawon Vespa. "Mereka yang tersengat tawon karena menggunakan APD yang tidak sesuai kegunaannya. APD untuk pemadam kebakaran itu yang mereka gunakan. Padahal, kegunaannya berbeda," ungkapnya.



Imam mengaku, dengan peralatan keselamatan yang minim, kerap kali membuat petugas khawatir saat bertugas di lapangan. Sebab, jenis tawon yang dihadapi petugas kali ini tidak bisa dianggap sepela. Dalam kondisi tertentu, sengatannya dapat melumpuhkan petugas.



Masih kata Imam, dua petugas damkar pingsan saat melakukan proses pemindahan sarang tawon di rumah warga. "Saat itu APD nya terbatas yang digunakan. Cairan yang disemprotkan terhirup. Sempat pingsan, kemudian segera dievakuasi ke rumah sakit terdekat," kata Imam. (mg1/pri)



Editor : Ali Sodiqin