SITUBONDO – Sudah dua tahun lebih Car Free Day (CFD) tiap minggu pagi di Alun-alun Kota Santri ditutup. Selama itu juga penghasilan para pedagang kaki lima (PKL) menurun drastis. Diharapkan dalam waktu dekat bisa kembali dibuka.
Salah satu PKL, Irfan Junaidi mengatakan, kegiatan CFD sebenarnya banyak memberikan manfaat kepada masyarakat dan PKL. Selain sebagai sarana olahraga, juga memiliki daya ungkit perekonomian masyarakat. Makanya, banyak pihak berharap CFD bisa dibuka kembali, meski hanya sekali dalam sepekan, dan berlangsung beberapa jam saja.
“Karena, kegiatan tersebut dapat memberikan banyak manfaat bagi para PKL, pelaku UMKM dan pegadang untuk mengais pendapatan dari CFD. Penghasilan bisa melimpah, atau dua kali lipat dari hari-hari biasa,” ujarnya.
Dikatakan, tren penurunan Covid-19 di Situbondo saat ini sudah kelihatan. Prosentase vaksinasi juga sudah meningkat. Diyakini, bahwa masyarakat Situbondo akan lebih waspada memproteksi diri, dan berhati-hati dalam disiplin protokol kesehatan (prokes).
Irfan juga berjanji, jika CFD dibuka, pihaknya bersama pedagang lain akan disiplin mematuhi protokol kesehatan (Prokes). Itu sebagai langkah mencegah penyebaran Virus Korona. Sebab, apa yang terjadi sekarang ini, banyak PKL masih berjualan di luar area alun-alun Kota Santri saat libur akhir pekan.
“Sehingga, dapat mengganggu lalu lintas. Jika ini difasilitasi secara khusus seperti CFD, akan lebih teratur. Pertumbuhan ekonomi masyarakat dapat terangkat, dan perputaran uang tidak kemana-nama,”terangnya.
Sementara itu, juru bicara Satgas Covid-19, Dadang Aris Bintoro menegaskan, kegiatan Car Free Day (CFD) saat ini belum bisa dibuka. Mengingat, masih ada kemungkinan tingginya penularan virus korona. Ini bisa terjadi saat banyak masyarakat berkerumunan. Apalagi, saat ini Covid 19 Varian Omicron masih menjadi ancaman hampir di seluruh penjuru nusantara, yang penularannya lebih cepat.
Dadang menyampaikan, sesuai Permendagri nomor 3 tahun 2022, Kabupaten Situbondo saat ini sudah masuk Level 2 PPKM. Namun, pihaknya menegaskan, kegiatan CFD belum bisa dilaksanakan. "Satgas Covid 19 masih khawatir terjadi penularan virus Omicron yang masih mengancam kita. Karena, CFD rentan terhadap kerumuman,” tandasnya.
Kata Dadang, jika nantinya CFD dibuka, diharapkankan masyarakat maupun PKL lebih meningkatkan disiplin prokes dengan ketat. Selain itu, pihaknya juga merangcang lapak sedemikian rupa, seperti memberikan jarak antar pedagang. Tujuannya, agar CFD menjadi aman bagi masyarakat.
Lebih lanjut, dia menyampaikan, segala upaya yang dilakukan Satgas Covid 19, agar masyarakat mengikuti vaksinasi. Salah satu upaya dengan menggelar gebyar vaksin berhadiah dua sepeda motor, dan hadiah menarik lainnya.
Dadang menghimbau kepada masyarakat untuk tetap disiplin prokes dan mengikuti vaksinasi, agar tercipta herd imunity. Jika herd imunity sudah terbangun, dan level PPKM menurun, maka aktivitas ekonomi masyarakat akan tumbuh, seiring dengan naiknya pertumbuhan ekonomi. "Sementara kami masih fokus melakukan vaksinasi sesuai target. Saat ini capaian vaksinasi di Situbondo sudah mencapai 69 persen,” pungkasnya. (jon/pri)
Editor : Ali Sodiqin