Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Nasib Abang Becak di Tengah Menjamurnya Jasa Ojek Online

Ali Sodiqin • Minggu, 9 Januari 2022 | 21:20 WIB
nasib-abang-becak-di-tengah-menjamurnya-jasa-ojek-online
nasib-abang-becak-di-tengah-menjamurnya-jasa-ojek-online


SITUBONDO - Sejumlah abang becak mengeluh karena penumpang sering sepi. Itu terjadi, akibat menjamurnya jasa ojek online (ojol). Tidak jarang, dalam sehari tidak satu pun penumpang yang datang.



Para abang becak terlihat parkir dengan posisi berjejer di luar pagar Terminal Kota Situbondo, siang kemarin. Sebagian ada yang tidur, sebagian lagi menghampiri orang yang baru turun dari angkutan bus, sembari berteriak-teriak memanggil penumpang, menawarkan jasa tumpangannya. Namun, tidak ada yang meresponnya. Tetapi, mereka terlihat tetap ceria. Terus bercanda dengan sesama abang becak, Mungkin untuk menghibur diri.



“Seperti inilah aktifitas kita setiap hari. Kita sudah berusaha merayu mereka untuk naik becak, tapi tetap tidak mau. Soalnya, sudah pesan duluan pakai handphone, jadinya ojol yang mengangkut mereka,” kata Mamat, pada koran ini, Jumat kemarin (7/1).



Kata dia, kondisi saat ini memang sudah sangat tidak mendukung terhadap nasib para abang becak. Berbeda dengan bebarapa tahun sebelumnya. Ketika saat itu masih belum ada ojol dan hand phone.  “Tempatnya masih teratur. Tukang ojek memiliki tempat sendiri-sendiri. Kalau bagian ojek sepeda, ngumpul dengan ojek sepeda. Dan yang becak juga satu tempat. Berbeda dengan sekarang. bebas keluar masuk,” keluhnya.



Kata Mamat, penumpang yang turun dari bus saat ini langsung naik sepeda motor. Sudah ada yang menunggu untuk menjemput. Entah itu Ojol atau keluarganya sendiri. “Saat masih ada di Bus, atau bahkan sebelum berangkat mereka sudah pesan,” imbuh pria asal Kelurahaan Mimbaan, Kecamatan Panji tersebut.



Pria 61 tahun itu mengaku hanya bisa terus berusaha. Sudah 30 tahun lebih dia bekerja sebagai tukang tarik becak. Dari saat masih becak menggunakan manual hingga pakai mesin. Sehingga, tidak ada pekerjaan lain yang bisa dikerjakan kecuali bertahan di pekerjaannya tersebut. Meski tidak jarang, seharian penuh hanya parkir di pinggir jalan tanpa mendapatkan penghasilan.



“Kalau beruntung, satu hari bisa dapat dua penumpang. Tapi kalau apes, tidak ada satu pun yang mau numpang. Namanya usaha. Mekipun jarang menumpang , kita tetap berusaha mencari,” pungkasnya. (hum/pri)


Editor : Ali Sodiqin
#abang becak #ojol