SITUBONDO – Sejumlah fasilitas olah raga di Stadion Gelora Muhammad Saleh hingga kini masih proses pembangunan. Sehingga, siswa-siswa Sekolah Sepak Bola (SSB) untuk sementara kini harus berlatih di lapangan Alun-alun Kota Santri.
Syafii, 54, pelatih sepak bola menerangkan, latihan harus terus dilakukan agar semangat anak-anak usia dini dalam SSB tidak menurun. Sebab, mencari satu orang untuk mengikuti sekolah SSB bukanlah pekerjaan mudah. “Sehingga untuk menjaga dan melanjutkan semangat mereka harus kita segerakan mencari tempat latihan baru,” terangnya.
Syafi’i mengaku rutin melakukan kegiatan pencarian bakat terhadap anak-anak usia dini di di lapangan Alun-alun Kota. “Saya melakukan ini secara sukarela, tanpa mendapatkan bayaran dari pihak mana pun. Minimal hitung-hitung berolah raga bersama anak-anak didik saya yang sudah suka melakukan latihan tiga kali dalam seminggu,” terangnya.
Menurutnya, jika di kota-kota besar dan maju, para pelatih yang dicari oleh siswa. Namun, di Situbondo malah pelatih yang harus rajin mencari anak yang mau di latih. Itu pun gratis. “Alhamdulillah, berkat kekompakan para pengurus SSB anak didik kita sudah mencapai 30 orang. Rata- rata umur mereka antara 9 tahun sampai 12 tahun,” sebut Syafii.
Pengurus SSB, Agus Budiono, 34, mengakui kalau dirinya adalah salah satu pengurus SSB yang bertugas dalam perlengkapan. Jadi, apapun yang menjadi kebutuhan para pemain, seperti air, bola dan peralatan lainnya, merupan tanggung jawabnya.
“Untuk biaya yang kita dapatkan adalah hasil patungan antar sesama pengurus SSB, jadi kita murni memberikan ilmu terhadap mereka, dan menggali potensi dari mereka. Setidaknya dengan adanya SSB, Situbondo juga bisa mencetak para pemain bola internasional,” kata Agus.
Agus mengatakan, kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang bertujuan mengajak anak-anak usia dini gemar berolah laga. Yang tak kalah pentingnya adalah mengurangi anak- anak tersebut dari kecanduan game online.
“saya rasa dengan begini, selain membuat mereka sehat, juga memiliki efek terhadap anak- anak jaman sekarang yang hanya suka bermain game online. Sehingga, tidak ada kesempatan bagi mereka untuk bermain dengan teman-teman seusianya,” pungkas Agus. (hum/pri)
Editor : Ali Sodiqin